Terkait DBD, Legislator Sulut Minta RS dan BPJS Tidak Persulit Pasien

oleh -
Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda. (ist)

MANADO-Legislator di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) prihatin atas mulai banyaknya warga yang menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, sejumlah daerah seperti Kota Manado telah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena sudah banyak kasus serta ada korban meninggal dunia.

Anggota DPRD Sulut, James Karinda memberikan tanggapan dengan berharap kejadian meningkatnya korban penderita DBD di awal 2019, perlu menjadi perhatian bersama baik pemerintah dan instansi terkaitnya.

Harus ada tindakan cepat, terutama dari Dinkes di kabupaten dan kota. Kita berharap kasus DBD ini bisa ditangani secara cepat dan maksimal,” kata Karinda, Senin (7/1/2019).

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, terkait kasus DBD ini, pihak rumah sakit dan BPJS harus pro aktif dan membantu serta mempermudah masyarakat yang hendak berobat.

Rumah sakit dan BPJS jangan persulit masyarakat yang berobat. Harus dibantu, karena mengingat penyakit ini mesti ditangani cepat oleh tim medis,” tuturnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sulut ini mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Faktor berkembangnya nyamuk ini karena lingkungan yang tidak terawasi, seperti membiarkan genangan air yang menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk mematikan tersebut.

Instansi terkait serta pemerintah desa dan kelurahan harus juga membantu mensosialisasikan akan kebersihan lingkungan ini. Bila perlu ada program kerja bakti secara rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tandas legislator vokal tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo melalui Kabid Penanganan dan Pengendalian Penyakit, Steaven Dandel menuturkan, pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait di kabupaten dan kota untuk penanganan DBD tersebut.

Memang sudah ada banyak kasus di awal 2019. Tercatat, sudah ada dua korban meninggal dunia di Kota Manado dan Kota Bitung. Intinya, perlu dipahami masyarakat jika faktor kebersihan menjadi hal utama untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk DBD supaya tidak berkembang biak,” tukasnya. (christy lompoliuw/rivco)