Pasien RSJ Ratumbuysang Ikut Tentukan Nasib Bangsa

oleh -
MANADO-Menghadapi pesta demokrasi hari ini masyarakat Kota Manado beramai-ramai datang ke Tempat Pemungutan Suara(TPS), Rabu (17/4/2019).
Sejumlah TPS telah disediakan di setiap kelurahan. Salah satu TPS berlokasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang. Didampingi perawat, sejumlah pasien ikut menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum (Pemilu) kali ini.
TPS 22 Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang tersebut berada tepat di dalam Rumah Sakit. Para perawat bergantian mendampingi satu persatu pasien, membantu menunjukkan kertas dan bilik suara. Tak hanya mendampingi yang mencoblos, pendampingan juga dilakukan pada pasien dengan keluhan-keluhan lain yang datang ke TPS.
“Sosialisasi ke pasien sudah dilakukan, dari KPU maupun dari petugas rumah sakit. Hanya saja kita harus memaklumi sejumlah pasien yang terkadang masih bingung. Seperti hari ini ada dua pasien yang memaksa memilih padahal sudah dijelaskan kalau namanya tidak terdaftar, dan kebetulan mereka pasien baru dengan KTP (KartuTanda Penduduk) Minahasa dan Jakarta,” Demikian disampaikan Kabid Keperawatan RSJ Ratumbuysang, Markus Wangania.
Sejak pagi pasien bergiliran mendatangi TPS dari masing-masing ruangan, menurutnya tiap ruangan didampingi oleh perawat dan petugas. Menjelang siang, pasien dikerahkan untuk langsung ke TPS tanpa harus menunggu giliran ruangan, hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi pasien yang akan mudah berubah perlakuannya jika terlambat makan siang.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara, dr Debie Kalalo tampak hadir memantau jalannya pemilihan di TPS ini. Debie mengungkapkan dirinya mengapresiasi kerja petugas dan antusias pasian dalam meramaikan pesta demokrasi.
“Pasien peserta pemilu di sini tidak diarahkan pilihannya hanya di dampingi, dan pesertanya hanya diperbolehkan bagi pasien yang memungkinkan memilih. Pasien dengan gangguan jiwa berat tidak diizinkan ikut,” terangnya.
Senada dengan Kadis Kesehatan, Direktur Utama RSJ Ratumbuysang, Vonny Dumingan, mengungkapkan pasien hanya menerima pendampingan, meski penanganan petugas terhadap pasien peserta pemilih sedikit berbeda dengan masyarakat biasa. Dapat dilihat dari cukup repotnya petugas rumah sakit yang harus lalu-lalang menangani pasien. Tampak pasien yang datang ke TPS dari ruangan namun akhirnya memilih tidak memilih, ada pula pasien yang menangis tanpa sebab usai mencoblos.
Terdapat sekira 160 orang terdaftar di TPS 22 Kleak. 110 orang peserta pemilih merupakan pasien RSJ, dan 20 orang masyarakat luar bukan pasien. (lona Piri)