Jelang Idul Fitri Warga Sitaro Serbu Kota Manado

oleh -
Menjelang perayaan Idul Fitri, mulai ada lonjakan penumpang kapal laut. Tampak situasi di Pelabuhan Ulu Kecamatan Siau Timur, Sitaro, Senin (3/6/2019). (FOTO: Jackmar Tamahari)

ULU- Menjelang perayaan Idul Fitri, suasana transportasi lewat jalur laut di bumi Karangetang Mandolokang Kolo-kolo, mulai terlihat padat. Tingginya kemauan warga untuk berbelanja berbagai keperluan Lebaran menjadi pemicu warga untuk melancong ke Kota Manado.

“Perayaan Idul Fitri nantinya rasa hambar jika tak membeli baju baru. Karena itu, saya memilih berbelanja ke Manado,” kata Ragiel Ramdhani, warga Kecamatan Siau Timur di Ulu, Sitaro, Senin (3/6/2019).

Menurut dia, berbelanja ke Manado, merupakan keharusan baginya setiap tahun jelang hari raya Idul Fitri. Meski demikian, dirinya harus bersusah payah memperoleh tiket kapal tujuan Manado.

“Saat ini kalau ada niat ke Manado harus memesan tiket kapal sehari sebelum keberangkatan. Jika tidak, mungkin tidak kedapatan tiket,” ucapnya lagi.

Siti Fatima ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Siau Timur, mengungkapkan hal senada. Dia menuturkan, maksud keberangkatannya ke Manado selain membeli baju baru juga membeli aksesoris-aksesoris rumah.

“Di Manado kan, banyak pilihannya. Apalagi saat seperti ini, harganya lebih murah dan pembelinya masih belum padat,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sitaro Herry Lano, menuturkan, penumpang kapal laut jelang mudik Lebaran, nanti akan menunjukan lonjakan signifikan yaitu pada H-1. Meski demikian, ia menjamin, kepadatan jumlah penumpang tidak sampai melebihi kapasitas tampung kapal. Sebab, jadwal pelayaran ada siang hari dan malam hari.

“Nanti kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar Ulu, untuk mengantisipasi hal tersebut. Sebab, keselamatan penumpang diutamakan dalam melakukan pelayaran,” ucap dia.

Lanjut Lano, mengajak, para pemilik kapal dan nahkoda kapal agar memperhatikan kapasitas tampung kapal sebelum berlayar. “Sementara untuk penambahan armada tidak ada karena armada yang ada sudah cukup,” tandasnya. (jackmar tamahari)