PLN Suluttenggo Ajak Stakeholder Bersama Menerangi Negeri

oleh -
General Manager PLN UIW Suluttenggo Christyono, saat mengikuti acara Multi Stakeholder Forum di Four Points by Sheraton Manado, Sulawesi Utara. Istimewa

MANADO—PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo bersama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara menggelar acara Multi Stakeholder Forum di Four Points by Sheraton Manado, Sulawesi Utara.

Forum tersebut dihadiri  stakeholder utama PLN yaitu instansi Pemerintah Provinsi, Akademisi, perbankan ,Mitra Kerja, dan perwakilan pelanggan.

General Manager PLN UIW Suluttenggo, Christyono, mengatakan, tujuan  Multi Stakeholder Forum untuk guna membahas isu strategis PLN saat ini.

Selain itu PLN membutuhkan feedback maupun saran dari pelanggan guna meningkatkan pelayanan PLN kedepannya.

“Melalui Multi Stakeholder Forum ini kami mengharapkan adanya kolaborasi atau kerjasama antara PLN dengan seluruh pemangku kepentingan serta mitra kerja PLN agar bersama-sama kita dapat menerangi hingga ke ujung negeri. Saran maupun kritik kami terima sebagai koreksi guna perbaikan layanan PLN ke depan,”  jelas Christyono, Kamis, 27/6/2019.

Christyono  menjelaskan, program PLN juga sejalan dengan program milik Pemerintah Provinsi, karena meningkatnya konsumsi listrik sejalan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.

”Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari konsumsi lsitrik (kWh) per kapita. Kami PLN berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan dan menyalurkan energi listrik bahkan hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Daerah kepulauan merupakan tantangan bagi PLN untuk menyalurkan listrik, kami sedang menyusun program pembangkit energi hybrid yaitu energi baru terbarukan energi surya dengan diesel. Yang nantinya akan diterapkan di daerah kepulauan,” tambah Christyono.

Selain itu peningkatan pelayanan terus PLN lakukan salah satunya yaitu dengan program layanan satu pintu. Hal ini berkaitan dengan kemudahan pelanggan dalam mendapatkan energi listrik. Seperti proses pasang baru / tambah Daya Listrik, sekaligus pengurusan sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk pemasangan instalasi kelistrikan di dalam bangunan.

“Program Layanan Satu Pintu dan berbagai diskon tambah daya kini PLN hadirkan kepada Pelanggan, hal ini agar memudahkan pelanggan dalam mendapatkan listrik serta keringanan dengan potongan harga yang diberikan”, pungkas Christyono.

GM PLN UIP Sulawesi Bagian Utara, Sigit Witjaksono dalam penyampaianya memberikan beberapa informasi mengenai upaya PLN demi meningkatkan keandalan pasokan listrik di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi tengah dan Gorontalo.

“Sesuai dengan Rencana Umum  Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2019 sampai dengan tahun 2028 di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah maupun Gorontalo nanti akan ada tambahan pembangkit. Baik pembangkit listrik PLN maupun IPP yang tujuanya untuk meningkatkan cadangan daya listrik per tahun, saat ini cadangan listrik kita di tahun 2019 sebesar 23%. Di tahun 2021 nanti akan ada beberapa pembangkit yang akan masuk, seperti PLTU Sulut 3 dengan kapasitas 2 x50 Mega Watt dan PLTU Dulbagut 1 dengan kapasitas 2 x50 MW sehingga cadangan daya kita akan menjadi 58%,” ujarnya. (stenly sajow)