Aplikasi INSIDEN Masuk TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019

oleh -
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. (Ist)

JAKARTA-Integrated System for Traffic Accidents (INSIDEN), aplikasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan bersama PT Jasa Raharja (Persero) berhasil masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Menpan RB Syafruddin menyerahkan langsung penghargaan kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Semarang, Kamis (18/7) lalu.

Dirut Fachmi mengungkapkan, BPJS Kesehatan sebagai salah satu lembaga pelayanan publik mengembangkan INSIDEN dengan harapan semakin memudahkan peserta JKN-KIS dalam mengurus penjaminan korban kecelakaan lalu lintas.

Ia menuturkan, dahulu koordinasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintIas dilakukan secara manual. Keluarga korban harus mengunjungi Kantor Cabang PT Jasa Raharja (Persero) dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan.
“Kini dengan hadirnya aplikasi INSIDEN, proses penjaminan peserta JKN-KIS yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas pun menjadi kian mudah. Dengan INSIDEN, keluarga korban tak perlu lagi mendatangi kedua kantor cabang tersebut karena proses koordinasi penjaminannya dilakukan melalui web service secara real time,” kata Fachmi, baru-baru ini.

Ditambahkannya, Aplikasi INSIDEN juga membawa keuntungan tersendiri bagi BPJS Kesehatan, PT Jasa Raharja (Persero) dan fasilitas kesehatan mitranya. BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja (Persero) bisa berkoordinasi lebih cepat. Pihak rumah sakit pun bisa memantau prosesnya sehingga lebih transparan.
“Tidak mudah mencapai TOP 99 karena kami harus berkompetisi dengan 3.156 proposal inovasi yang dikirimkan ke Kemenpan RB. Di tengah revolusi industri 4.0 yang berkembang pesat, kami berupaya mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui pengembangan aplikasi berbasis teknologi. Dengan hadirnya INSIDEN, koordinasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan akurat,” tegas Fachmi.
Dalam acara tersebut, sebanyak 98 inovasi terpilih lainnya turut mendapatkan apresiasi dari Kemenpan RB. Inovasi-inovasi tersebut terdiri atas 19 inovasi dari kategori kementerian, 5 inovasi dari kategori lembaga,12 inovasi dari kategori pemerintah provinsi, 41 inovasi dari kategori pemerintah kabupaten, 21 inovasi dari kategori pemerintah kota, dan 1 inovasi dari kategori BUMN.

“Ini adalah event yang tidak hanya apresiasi, tetapi juga kolaborasi berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk masyarakat. Inovasi yang mengubah mindset dan menjadi terobosan untuk pelayanan publik yang lebih baik,” ungkap Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa. (rivco tololiu)