Kesadaran Donor Darah Masih Kurang di Sulawesi Utara, Ayo Donor!

oleh -
Ketua Tim Giat Donor Darah PMI Sulut, Anie Dondokambey. (ist)

MANADO— Ketersediaan kantong darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara (Sulut) masih kurang untuk memenuhi kebutuhan darah di tiap rumah sakit.

Hal tersebut diungkap Wakil Ketua PMI Sulut dr Enrico Rawung. Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk donor rutin masih kurang.

“Saat ini ketersediaan masih belum capai target di PMI Sulut. Tiap bulannya PMI membutuhkan sekira 2.500 sampai 3.000 kantong darah untuk di distribusikan di beberapa Rumah Sakit (RS) di Sulut. Tapi yang tersedia tiap bulannya hanya sekira 1.500 kantong,” ungkap Enrico saat diwawancara KORAN SINDO MANADO/sindomanado.com, Rabu (31/7/2019)

Dia mengungkapkan, dalam database PMI telah tercatat sekira 50.000 pendonor, namun dari jumlah tersebut hanya 10% yang aktif melakukan donor darah rutin.

“10% berarti ada 5000 orang yang rutin donor darah tiap tiga bulan sekali. Itu masih kurang, kalau ada 20% saja dari 50.000 yang rutin,” terangnya. “Saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan darah di PMI,” tambahnya.

Kurangnya pemahaman masyarakat bahwa donor darah rutin menyehatkan dianggap jadi salah satu faktor kurangnya pendonor yang rutin lakukan donor darah.  Menurutnya, donor darah tiap tiga bulan menyehatkan karena dengan begitu darah akan terganti dengan darah baru.

Di bawah kepemimpinan Wagub, Steven Kandou sudah banyak pembenahan internal di PMI Sulut, meski begitu PMI tetap membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Enrico juga mengapresiasi tiap kegiatan donor darah dan tiap relawan yang bersedia mendonorkan darahnya.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk rutin melakukan donor darah. Selain itu kami juga meminta dukungan instansi-instansi pemerintah untuk donor darah secara sukarela di tempatnya masing-masing. Agar membantu ketersediaan darah demi kepentingan bersama dan kemanusiaan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Manajer Pemastian Mutu Unit Transfusi Darah PMI Sulut, dr. Sonny Pushuk mengungkapkan, penurunan stok darah berkisar 60 hingga 70%. Untuk jumlah penduduk Sulut yang berkisar 2.800.000 jiwa maka kebutuhan darah sekira 2%.

Biasanya 56.000 kantong darah per tahunnya. Unit transfusi darah PMI mendistribusikan darah ke sejumlah rumah sakit di Sulut yang terikat kerja sama.

Menurut dr Sonny, PMI Sulut selalu berusaha menyediakan darah yang dibutuhkan, termasuk golongan darah sulit seperti AB, dan golongan rhesus negatif. Bagi masyarakat yang
ingin mendonorkan darah dapat datang ke gerai gerai PMI dan bisa pula di kegiatan sosial yang menyediakan.

Untuk donor yang sofatnya insidentil bisa pula datang langsung ke Kantor Pusat Unit Transfusi
Darah PMI Sulut di Malalayang, karena buka 24 jam. (KORAN SINDO MANADO/ilona piri)