BI Tetap Optimis Ekonomi Sulut Tumbuh Membaik hingga akhir 2019

oleh -
Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara akan kembali pada tren positif, meskipun terkesan melambat pada triwulan II/2019. KORAN SINDO MANADO

MANADO—Bank Indonesia optimis ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan berada pada tren positif hingga akhir 2019.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan, meskipun perkembangan hingga Triwulan II/2019  ekonomi Sulut cenderung melambat. Namun pihaknya memprediksi kinerja ekonomi daerah tetap akan tumbuh membaik.

“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi ke depan akan cenderung membaik,” ujar Arbonas, Rabu, 7/8/2019.

Arbonas mengatakan, hingga akhir tahun nanti, ekonomi Sulut akan didorong oleh percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Bahkan dia menilai, konsumsi pemerintah diperkirakan tetap tumbuh kuat seiring pelaksanaan iven-iven pariwisata dan percepatan realisasi belanja modal.

Selain itu, pihaknya  juga senantiasa mencermati perkembangan serta risiko eksternal dan domestik. Berbagai risiko, baik risiko eksternal terkait perang dagang antara China dan Amerika Serikat.  Risiko berlanjutnya tren negatif harga komoditas unggulan, serta risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan perdagangan dan harga minyak dunia, merupakan risiko yang perlu diwaspadai bersama.

Selain itu, juga masih perlu diperhatikan beberapa risiko yang bersumber dari permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur, seperti terbatasnya pasokan listrik.

“Bank Indonesia senantiasa meningkatkan dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat  dan berkelanjutan. Dengan mempertahankan stabilitas ekonomi dan mendorong berkembangnya sumber pertumbuhan ekonomi baru Sulawesi Utara khususnya melalui pengembangan sektor Pariwisata yang Iebih melibatkan partisipasi masyarakat dan swasta, serta peningkatan diversifikasi produk industri pengolahan yang berorientasi ekspor dan bernilai tambah tinggi,” jelasnya. (stenly sajow)