BPS: Tomat Penyumbang Deflasi Terbesar di Manado pada Agustus 2019

oleh -
Kepala BPS Sulut Ateng Hartono. Istimewa

MANADO—Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat pada Agustus 2019 Kota Manado mengalami deflasi sebesar 1,50%.

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Agustus 2019 secara umum mengalami penurunan.

Kota Manado mengalami deflasi sebesar 1,50% atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,32 pada bulan Juli 2019 menjadi 136,25di Agustus 2019. Penyumbang deflasi terbesar disumbangkan komoditas tomat. “Penyumbang Deflasi terbesar di Kota Manado pada bulan Agustus 2019 yaitu tomat sayur sebesar 3,02%,” ujar Ateng, Senin, 2/9/2019.

Ateng mengatakan, inflasi Kota Manado pada bulan Agustus 2019 disebabkan adanya penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 9,34%.

Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks adalah kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 5,82%, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,23%, kelompok pengeluaran sandang sebesar 2,13%, kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,53%, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,35% dan kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,35%.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil terbesar terhadap deflasi Kota Manado adalah tomat sayur sebesar 3,0202%, bawang merah sebesar 0,1395%, angkutan udara sebesar 0,054%, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0466%, kembang kol sebesar 0,0268%, daun bawang sebesar 0,0262%, bawang putih sebesar 0,0218%, papan sebesar 0,0209 persen, susu rendah lemak sebesar 0,0186%, dan sawi hijau sebesar 0,0159%.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi terbesar adalah cabai rawit sebesar 0,3049%, cakalang/sisik sebesar 0,1584%, akademi/perguruan tinggi sebesar 0,1446%, cat tembok sebesar 0,1259%, nasi dengan lauk sebesar 0,0956 persen, biji nangka/kuniran sebesar 0,0874%, capcai sebesar 0,0817%, sekolah menengah pertama sebesar 0,0761%, pisang sebesar 0,0733% dan apel sebesar 0,064%. (stenly sajow)