BI: Sulut Punya Potensi Pengembangan Wisata Syariah

oleh -
Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sulut Eko Irianto. KORAN SINDO MANADO

MANADO—Bank Indonesia menggelar Festival Ekonomi Syariah (FES) Pertama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sulut Eko Irianto mengatakan, dengan potensi pasar yang besar BI terus mengembangkan produk pasar keuangan syariah di Indonesia, tak terkecuali di Sulut. Dalam implementasinya kata dia, ekonomi syariah dalam Islam ada norma-norma yang dipakai.

Meskipun begitu kata dia, produk ekonomi syariah tidak hanya dikhususkan bagi yang beragama muslim akan tetap bisa digunakan semua golongan agama.

“Syariah tidak hanya berlalu untuk orang muslim, tapi juga bisa berlaku bagi banyak orang,” jelas ujar Eko, Jumat, 6/9/2019.

Khusus untuk Sulut kata dia, pengembangan ekonomi syariah punya prospek yang besar. Dimana selain punya cukup banyak penduduk yang beragama muslim, Sulut juga bisa menjual produk halal yang ditujukan pada wisatawan asing yang menganut agama Islam. Pasalnya saat ini Sulut sudah menjadi daerah tujuan wisata dari berbagai negara.

“Kan bisa jual  produk halal, misalnya kuliner anak pakaian kepada wisatawan dari Timur Tengah, Malaysia, dan negara lainnya,” paparnya.

Dijelaskannya, dengan mengambangkan wisata halal Sulut akan dilirik berbagai negara yang berlatar belakang muslim. Bagi dia hal itu akan membantu mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara selain dari China. “Kita bukan hanya bicara ekonomi tapi juga wisata halal dan Sulut punya potensi untuk itu,” ujarnya.

Potensi wisata syariah belum banyak dikembangkan di Sulut. Dikarenakan wisata ini punya potensi untuk membawa banyak wisatawan ke Sulut. “Sulut juga punya potensi halal tourism, potensi ini harus dikembangkan untuk membantu kemajuan bisnis pariwisata di Sulut,” jelasnya.

Menurut dia, pariwisata halal ini jika dikemas dengan maksimal akan mampu mendatangkan wisatawan. Apalagi Sulut sudah terkenal di nusantara sebagai provinsi yang memiliki rasa toleransi yang tinggi. Selain itu, hotel dan tempat penginapan lainnya juga sudah menyediakan tempat sholat bagi yang beragama Islam.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengaku akan mendorong perkembangan ekonomi syariah di Sulut. Hal itu dimaksudkan untuk mendorong ekonomi daerah secara keseluruhan. “Pemerintah daerah juga mendorong ekonomi syariah,” ujar Olly melalui sambutannya yang dibacakan Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut Hanny Wajong.

Olly berharap, FES  bisa terus dilanjutkan dengan lebih kreatif dan inovatif. Sehingga memberikan warna baru bagi Sulut. “Intinya supaya ekonomi daerah bisa tumbuh,” terangnya. (stenly sajow)