BPS: Kesejahteraan Petani di Sulut Mulai Membaik

oleh
Tampak Kepala BPS Sulut Ateng Hartono bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Octavianus Estefanus Kandouw. Istimewa

MANADO—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kesejahteraan petani di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami sedikit peningkatan.

Pasalnya berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulut pada  September sebesar 94,52 atau naik 0,39% dibanding bulan sebelumnya Agustus yang masih 94,15.

“Kenaikan NTP ini disebabkan oleh kenaikan harga komoditi yang dihasilkan petani,” ujar kepala BPS Sulut Ateng Hartono, Selasa, 1/10/2019.

Untuk diketahui,  NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.

“Meskipun demikian, perkembangan NTP Sulut hingga bulan September 2019 masih berada di bawah 100, keadaan ini menunjukan daya beli petani secara umum belum membaik dibanding kondisi pada tahun 2012 (tahun dasar),” paparnya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulut Marthedy M. Tenggehi mengatakan, dari hasil pemantauan harga komoditi di perdesaan, secara umum dapat digambarkan bahwa naiknya nilai NTP sebesar 0,39% disebabkan oleh Indeks Harga yang diterima Petani naik sebesar 0,96%. “Naiknya indeks ini lebih disebabkan oleh kenaikan harga komoditi yang dihasilkan petani,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Tanaman Pangan Nilai NTP tanaman pangan (NTPP) pada bulan September naik 0,42% dibandingkan bulan sebelumnya; dari 95,74 di Agustus menjadi 96,15 di September. Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan 0,87%, dari 105,95 pada Agustus menjadi 106,88 di September.

Hortikultura Nilai NTP Hortikultura (NTPH) di bulan September naik 1,20% dibandingkan bulan sebelumnya dari 87,84 di Agustus, menjadi 88,90 di September. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) naik 1,70%, dari 102,85 di Agustus menjadi 104,61 di September.

Tanaman Perkebunan Rakyat Nilai NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami kenaikan 0,74%, dari 87,12 di Agustus, menjadi 87,77 di September. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Tanaman Perkebunan Rakyat juga naik 1,34%, dari 100,58 pada Agustus menjadi 101,93 di September.

Nilai NTP di subsektor Peternakan (NTPT) di subsektor ini mempunyai nilai cukup tinggi (di atas 100), namun di bulan ini turun sebesar 1,19 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari nilai 109,52 di Agustus menjadi 108,21 pada September. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga turun 0,95% dibanding bulan sebelumnya, dari 126,56 Agustus menjadi 125,35 di September.

Nilai NTP di subsektor perikanan (NTNP) di September naik 0,49% dari 109,12 di Agustus menjadi 109,65 pada September. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mengalami kenaikan 0,87%, dari 128,03 di Agustus menjadi 129,15 pada September.

Kelompok Perikanan Tangkap Nilai NTP dari perikanan tangkap mengalami kenaikan 0,56%; di Agustus 117,35 menjadi 118,00 di September. Nilai NTUP juga mengalami kenaikan 0,86%; sebelumnya di Agustus masih 138,39 menjadi 139,59 di September.

Kelompok Budidaya Ikan Nilai Tukar Petani budidaya ikan (NTPi) naik 0,30% dari bulan Agustus yang masih 94,25 menjadi 94,53 di September dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) naik 0,83% dari 109,55 di Agustus menjadi 110,46 di September. (stenly sajow)