MANADO – Di momen perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Kantor Wilayah Pegadaian V Manado, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut dihadiri Pemimpin Wilayah Pegadaian Kantor Wilayah V Manado, Maksum, bersama jajaran pegawai serta perwakilan kantor cabang Pegadaian di Kota Manado.
Dalam kesempatan tersebut, Maksum membacakan amanat Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, yang mengangkat tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Damar dalam amanatnya menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan memiliki tujuan besar yang menjadi tanggung jawab bersama.
“Berdaulat, berarti Indonesia memiliki kekuatan untuk mengelola potensi dan kekayaan bangsanya sendiri. Adil, berarti pembangunan dan kesempatan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dan makmur, berarti setiap kemajuan yang kita hasilkan pada akhirnya harus mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia,” demikian amanat yang dibacakan Maksum.
Menurut Damar, semangat tersebut sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada 14 Agustus 2026.
Presiden, lanjutnya, menegaskan bahwa BUMN harus produktif, dikelola secara benar, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam amanat itu juga disampaikan apresiasi Presiden terhadap kinerja PT Pegadaian. Laba bersih Pegadaian pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp6,59 triliun, atau tumbuh 84,4 persen secara year on year dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Bagi kita seluruh Insan Pegadaian, tentunya hal ini merupakan suatu kebanggaan. Namun, saya ingin menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukanlah tujuan akhir. Justru ini adalah tantangan awal dari amanah dan tanggung jawab yang lebih besar,” ungkapnya.
Ia menekankan, capaian perusahaan tidak semestinya hanya dilihat dari kinerja angka. Pertumbuhan bisnis harus bermuara pada semangat kepedulian dan kebermanfaatan bagi bangsa dan negara.
Hal tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, perluasan akses layanan, penguatan pemberdayaan UMKM, pengembangan solusi keuangan digital yang inklusif, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang semakin merata.
Selain kinerja Pegadaian secara keseluruhan, Presiden juga menyoroti peran strategis Bank Emas Indonesia yang beroperasi di Pegadaian.
Bank Emas tersebut disebut telah mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi emas Indonesia untuk memperkuat tabungan, pembiayaan, sekaligus perekonomian nasional.
“Emas Indonesia tidak cukup hanya ditambang. Kita juga harus mampu membangun ekosistem emas mandiri, yang bertujuan membuat emas tersebut disimpan, dikelola, diperdagangkan, dan memberikan nilai tambah di negeri sendiri,” demikian amanat tersebut.

