Tonjolkan Tiga Jenis Keunggulan, OD-SK Hadirkan RSUD Bertaraf Internasional

oleh
Gubernur Olly Dondokambey bersama Sekprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo, Direktur RSUD Provinsi Sulut dr Inggrid Giroth dan Dirut PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat saat menekan tombol pertanda pembangunan RSUD Provinsi Sulut sudah dimulai (Ist).

MANADO – Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Gubernur Olly secara langsung meresmikan Ground Breaking pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulut yang berlokasi di jalan Bethesda Manado, Rabu (23/10/2019).

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengatakan pembangunan RSUD Sulut merupakan upaya untuk mewujudkan sarana pelayanan kesehatan promotif dan preventif bagi masyarakat.

Menurutnya, eksistensi rumah sakit merupakan representasi pengembangan sumber daya kesehatan masyarakat, serta memiliki fungsi yang sentral dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

“Jadi saya kira, saya sangat bersyukur hari ini bisa kita laksanakan bersama-sama pembangunan ini. Tentunya, ini harus kita jaga bersama karena merupakan salah satu proyek yang besar bagi Sulut,” kata Olly.

Lanjut dia, keberadaan RSUD Sulut juga mendukung pembangunan sektor pariwisata di Sulut. Pasalnya, salah satu syarat menjadi daerah tujuan wisatawan yaitu harus mempunyai rumah sakit yang representative untuk digunakan.

“Kita juga harus menyiapkan SDM tenaga medis yang bisa berbahasa Tiongkok, karena banyak wisatawan yang berkunjung ke Sulut dari Negara China,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut dr Debie Kalalo menerangkan, pembangunan RSUD Sulut dikerjakan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp290.517.416.095.

“Lokasi pembangunan ini berada di atas lahan sertifikat HGB No. 352-A 1380531 tahun 1985 dengan luas 38.800 meter persegi,” terangnya.

Dia menjelaskan, pembangunan RSUD bertipe B tersebut memiliki luas total 38.002 meter persegi dengan pelaksanaan pembangunan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama, kata Kalalo, pembangunan gedung utama/gedung tower sebanyak 11 lantai, dilengkapi fasilitas helipad di lantai 11.

“Gedung utama berfungsi sebagai ruang IGD, ruang perawatan dan ruang tunggu dengan luas total 33.570,4 meter persegi,” jelasnya.

Adapun sisanya, dipaparkan Kalalo, berupa gedung management, rumah duka serta landscape/area parkir dan taman direncanakan pembangunannya pada tahun anggaran 2020.

“Seluruh bangunan RSUD Provinsi Sulut ini sudah rampung di akhir tahun 2020. Sehingga secara operasional sudah dapat dilakukan pada awal tahun 2021,” paparnya.

Kalalo mengatakan, bentuk utama di bangun dengan tiga bagian utama yang saling terhubung, terdiri dari Ruang IGD, Ruang Perawatan serta Ruang Tunggu.

Rumah sakit ini dibangun dengan klarifikasi type B dan mempunyai daya tampung sebanyak 400 pasien yang terdiri dari Ruang IDG, Ruang ICU, Area Hemodialisa Umum dan Isolasi, Ruang VIP dan VVIP, Ruang Perawatan Kelas 1, Ruang perawatan Kelas 2, dan Ruang Perawatan Kelas 3,” katanya.

Dia menambahkan, jenis keunggulan pelayanan di RSUD Provinsi Sulut yakni pelayanan ginjal, hipertensi dan diabetes.

“Ini wujud perhatian Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw di sektor kesehatan untuk membantu masyarakat di Bumi Nyiur Melambai,” tandasnya.

Goundbreaking pembangunan RSUD Provinsi Sulut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Direktur RSUD Provinsi Sulut dr Greity Giroth, Dirut PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat, jajaran PT SMI dan para pejabat di lingkungan Pemprov Sulut. (rivco tololiu)