Ormas Terbesar di Indonesia All Out Kawal Pemerintahan Jokowi-Amin

oleh
Suasana foto bersama di acara pembukaan Rakernas LMI yang dibuka Gubernur Sulut Olly Dondokambey. (Ist)

MANADO – Sekira 2.500 anggota Laskar Manguni Indonesia (LMI), perwakilan dari kepengurusan di seluruh provinsi di Indonesia, bahkan beberapa dari luar negeri menghadiri rapat kerja nasional (rakernas) pada 1-2 November di Hotel Aryaduta. Tonaas Wangko LMI Pdt Hanny Pantouw mengungkapkan, rakernas ini untuk mengevaluasi serta menetapkan program kerja ke depan.

“Sebagai ormas terbesar di Indonesia sesuai data Kemendagri, LMI menyiapkan rencana kerja yang sinergis dengan program pemerintah pusat dan daerah. Itu salah satu poin yang akan dibahas dalam rakernas ini,” ujar Pdt Hanny, belum lama ini.

Dia menegaskan, pihaknya tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu, namun akan berada pada posisi mendukung pemerintahan yang ada. “Kami akan all out mengawal dan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang belum lama dilantik. LMI siap berdiri paling depan menentang pihak atau oknum yang coba-coba merusak NKRI,” janjinya.

Sekadar diketahui, rakernas LMI 2019 dibuka langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Dalam sambutannya, Olly meminta ormas adat di daerah seperti Laskar Manguni Indonesia (LMI) untuk mendukung program pemerintah.

Dukungan Ormas Adat dalam mendukung program pemerintah daerah bisa dalam bentuk menjaga stabilitas di daerah, sehingga program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat bisa berjalan dengan lancar.

Seperti saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sedang membangun sektor pariwisata. Maka kondisi dan stabilitas diharapkan berlangsung aman, sehingga para turis yang datang ke Sulut merasa aman dan nyaman. Demikian pula dengan para investor yang datang ke daerah kita. Inilah yang patut kita jaga bersama-sama,” ujar Olly.

Orang Nomor Satu di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara ini menuturkan, selama dirinya dipercayakan masyarakat Sulut sebagai gubernur, Olly terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat.

“Bukti dari komunikasi itu, yakni Sulut mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui program pembangunan strategis, sehingga bapak Presiden juga sangat memperhatikan semua syarat untuk mewujudkan Sulawesi Utara melalui pembangunan infrastruktur yang semuanya berjalan dengan baik,” terangnya. (kimgerry)