Desa Dayow Jadi Pilot Project PPTTG Budi Daya Ternak Kambing

oleh -
Ketua LPPM Unima selaku Ketua Pelaksana PPTTG Revolson A. Mege bersama tim ketika berada di Desa Dayow. (FOTO : Istimewa)

TONDANO – Desa Dayow Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mendapat perhatian serius dan tindakan nyata dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Dirjen Risbang Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Manado (Unima) melalui Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) memberdayakan masyarakat dengan mengembangkan usaha budi daya ternak kambing sistem semi rens terintegrasi dengan tanaman pangan. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pendidikan life skill bagi anak usia sekolah.

Disampaikan Ketua LPPM Unima juga bertindak selaku Ketua Pelaksana PPTTG Revolson A. Mege, alasan utama dipilihnya Desa Dayow sebagai proyek percontohan/pilot project (PP) sasaran program pemberdayaan masyarakat melalui skema PPTTG. Selain karena Desa Dayow merupakan salah satu 40 desa prioritas nasional yang harus mendapat perhatian pembangunan dari semua pihak termasuk perguruan tinggi.

Kata dia, kehadiran LPPM Unima yang didukung penuh oleh DRPM Kemenristekdikti sangatlah tepat sekaligus menjawab tuntutan undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, juga dalam upaya mendukung perwujudan nawacita Presiden Republik Indonesia, khususnya cita ketiga, yang berkomitmen secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan akan menjadikan wilayah pedesaan sebagai wilayah yang maju, kuat, mandiri dan demokratis.

“Sehingga diharapkan melalui program tersebut seyogianya pengembangan kawasan perdesaan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tuturnya.

Lanjut dia, dipilihnya kegiatan PPTTG dalam upaya pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan usaha budi daya ternak kambing yang terinegrasi dengan tanaman pangan, yaitu walaupun Desa Dayow sebagai salah satu desa yang terpencil dan terisolasi, seyogianya memiliki potensi lahan yang sangat luas juga potensi sumberdaya hayati yang melimpah.

“Terdapat beberapa jenis ternak lainnya yang juga secara tadisional dikembangkan oleh masyarakat seperti itik, ayam buras, sapi, dan kambing,” katanya.

Walaupun demikian, kata Mege, usaha-usaha tersebut sampai saat ini belum memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian halnya dengan tanaman pangan. Walaupun tersedia lahan yang sangat luas, namun usaha yang dikembangkan belum memberikan sumbangan nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

Seharusnya apabila usaha tanaman pangan di Desa Dayow dapat dikembangkan oleh masyarakat, disamping dapat meningkatkan pendapatan ekonomi, juga dapat menyediakan kebutuhan pangan yang lebih murah dan sehat bagi masyarakat di Desa Dayow maupun mendistribusikan kebutuhan pangan di wilayah sekitarnya di Kecamatan Pinolosian Timur maupun daerah ibukota kabupaten.

Diketahui, pelaksana kegiatan PPTTG yang terdiri dari Revolson A. Mege selain sebagai Ketua LPPM Unima juga bertindak selaku Ketua Pelaksana dengan anggota tim terdiri dari Alfonds Maramis, Julduz Paus dan Jeane Mantiri, juga dibantu oleh tenaga lapangan Djaeklan Mansur dan Sofian Amu.

Sasaran kegiatan PTTG ini selain masyarakat petani, juga anak usia sekolah yang bertujuan selain memberikan pengetahuan dan teknologi serta keterampilan budidaya tanaman dengan memanfaatkan halaman sekolah. Juga sekaligus melatih siswa memiliki jiwa wirausaha agar ke depan ketika mereka tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang selanjutnya sampai perguruan tinggi, maka mereka telah dibekali pengetahuan life skill, juga telah tertanam jiwa berusaha sejak usia dini yang menjadi bekal bagi mereka di masa yang akan datang.

“Penghargaan disertai ucapan terima kasih kami sampaikan juga kepada Rektor Unima Julyeta P. A. Runtuwene yang terus mendorong kami untuk terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas misi tri dharma perguruan tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat,” tandasnya. (Martsindy Rasuh)