BI Sulut Percepat Implementasi Pembayaran Non Tunai dengan QRIS

oleh -
Transaksi retail menggunakan kanal pembayaran QR Code dalam rangka mewujudkan elektronifikasi transaksi yang efisien. Istimewa

MANADO—Bank Indonesia berupaya mempercepat implementasi transaksi non tunai dengan menggunakan kanal pembayaran Quick Response (QR) Code yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

“Kami  terus percepatan implementasi pengembangan transaksi non tunai, khususnya untuk transaksi retail menggunakan kanal pembayaran QR Code,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat, Rabu, 4/12/2019.

Hal itu dikatakan Arbonas kepada seluruh merchant antara lain rumah makan dan restoran, pengusaha oleh-oleh, tour and travel, supermarket, pemerintah daerah, usaha perhotelan, pengelola kawasan perbelanjaan dan individu. Saat Merchant Gathering Dalam Rangka lmplementasi Quick Response Code Indonesian Standard.

Transaksi retail menggunakan kanal pembayaran QR Code dalam rangka mewujudkan elektronifikasi transaksi yang efisien dan sinergis secara menyeluruh melalui pemanfaatan teknologi, inovasi produk dan saluran distribusi.

Pasalnya kata dia, penggunaan instrumen pembayaran non tunai di Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat yang merupakan respon terhadap tuntutan dan kebutuhan terhadap pelayanan transaksi yang Iebih aman, cepat, dan efisien. Hal ini karena semakin banyaknya pusat perdagangan yang menerima pembayaran non tunai. Beberapa instrumen pembayaran non tunai yang berkembang saat ini diantaranya adalah kartu ATM/debet, kartu kredit, uang elektronik baik berbasis chip (ex: BRIZZI, TAPCASH, FLAZZ BCA, EMONEY) maupun uang elektronik berbasis server (ex: GOPAY, 0V0).

Tidak bisa dipungkiri bahwa sektor perbankan masih mendominasi industri jasa pembayaran non tunai saat ini. Namun demikian, sudah banyak perusahaan non bank, khususnya perusahaan financial technology (fintech) yang telah menerbitkan platform pembayaran digital yang banyak diminati masyarakat, khususnya penggunaan uang elektronik berbasis server seperti GOPAY, OVO, LINK AJA. Selain itu, perkembangan sistem pembayaran non tunai yang semakin mengarah pada less cash society juga turut memberikan andil dalam perubahan perilaku gaya hidup dan transaksi ekonomi para pelaku ekonomi khususnya di beberapa kota besar di Indonesia. termasuk di Sulawesi Utara.

“Perkembangan teknologi digital membuat pola perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya juga berubah. Perubahan pola perilaku masyarakat yang cenderung Iebih suka berbelanja praktis,” tuturnya.

Berdasarkan data GSMA Intelligence Januari 2019, diketahui bahwa jumlah mobile subscriptions (pengguna mobile phone) di Indonesia mencapai 355,5 juta atau 133% dari jumlah populasi Indonesia dengan kondisi demografi Indonesia didominasi oleh kaum muda.

Karena itu, bank indonesia meluncurkan QRIS. Pada 17 agustus 2019. QRIS adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Quick Response (QR) Code tersebut digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

Standar Nasional QR Code diperlukan untuk mengantisipasi inovasi teknologi dan perkembangan kanal pembayaran menggunakan QR Code yang berpotensi menimbulkan fragmentasi baru di industri sistem pembayaran, serta untuk memperluas akseptasi pembayaran nontunai nasional secara lebih efisien. Dengan satu QR Code, penyedia barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki berbagai jenis QR Code dari berbagai penerbit. (stenly sajow)