Birokrat dan Mantan Pejabat Pemprov Masuk Penjaringan PDI Perjuangan

oleh -
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Steven Kandouw memberikan formulir kepada Asiano Gemmy Kawatu usai mendatarkan diri sebagai bakal calon kepala daerah di Kantor Sekretariat DPD PDIP Sulut. (Ist)

MANADO – Para kandidat bakal calon yang terundang dari tujuh kabupaten/kota yang menggelar pilkada di Sulawesi Utara (Sulut) telah mendaftarkan diri di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, di Jalan Soekarno, Maumbi, Kalawat, Minahasa Utara (Minut), Sabtu (7/12/2019).

Beberapa diantaranya merupakan birokrat dan mantan pejabat potensial di Pemprov Sulut. Seperti Asiano Gemmy Kawatu (AGK) yang kini menjabat Asisten III Setdaprov Sulut, Ricky Toemandoek, Kepala Bappeda Sulut yang baru pensiun, dan Herry Rotinsulu, mantan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sulut.

AGK danToemandoek terundang sebagai bakal calon kepala daerah di Minahasa Selatan (Minsel). Kemudian, HeRo sapaan akrab Rotinsulu, bakal calon kepala daerah di Minahasa Utara (Sulut). Ketiganya diperhitungkan karena dinilai mempunyai popularitas dan kualitas di mata masyarakat.

AGK sendiri pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Minsel pada pilkada 2010 lalu. Begitu juga Ricky Toemandek yang telah mempersiapkan diri maju ke Pilkada Minsel dengan singkatan kerennya ‘Rindoe’. Rontinsulu sendiri usai pensiun pernah mencoba keberuntungan ikut pemilu sebagai calon legislatif DPRD Sulut daerah pilihan (dapil) Bitung-Minut.

Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Steven Kandouw mengatakan, para bakal calon yang terundang sudah sesuai pembahasan tim penjaringan.

“PDIP tidak terbuka secara umum, tetapi kami mengundang para calon yang sudah dibahas pada rapat pleno DPD dan DPC. Saya sampaikan tidak ada mahar bagi PDIP,” ungkapnya.

Salah satu tim penjarngan, Lucky Senduk menyebutkan setiap bakal calon akan mengembalikan formulirnya selambat-lambatnya tiga hari sejak pengambilan formulir.

“Ada tiga tahapan penjaringan yang harus dilalui bakal calon yang terundang,” tukasnya. (rivco tololiu)