Olly Dondokambey Hadiri Sidang MPH-PGI di Lombok

oleh -
Olly Dondokambey bersama para pengurus PGI melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dibukanya Sidang MPL-PGI. (Ist)

MANADO – Olly Dondokambey selaku Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI ikut memimpin Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPL-PGI) yang berlangsung di Aruna Sengingi Hotel Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (3/2/2020).

Gubernur Sulut ini ikut memimpin sidang sekaligus memberikan arahan kepada para peserta bersama para pengurus PGI. Acara tersebut dibuka Gubernur NTB Zulkiflimansyah, yang dihadiri juga Anggota DPR RI Rahmat Hidayat, Bupati Sangihe Jabes Gaghana, Dirjen Bimas Kristen, dan Seluruh Peserta MPL-PGI.

Kegiatan ini mulai dari tanggal 3 hingga 6 Februari 2020. Dilansir dari situs pgi.or.id, Gubernur NTB Zulkiflimansyah didampingi MPH-PGI, perwakilan Dirjen Bimas Kristen, serta pimpinan muspika setempat, melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dibukanya Sidang MPL-PGI 2020.

Persidangan yang akan berlangsung hingga 6 Februari 2020 ini, sebelumnya telah ditahbiskan di ibadah pembukaan. Dalam sambutan singkatnya, Zulkiflimansyah, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB menjadi tuan rumah dari persidangan ini.

Dia berharap, selama bersidang seluruh peserta menyempatkan diri untuk menikmati keindahan alam di Lombok. Menurutnya, pertemuan di Lombok yang dihadiri peserta dari berbagai daerah tersebut, dalam rangka merumuskan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik.

“Sebab itu, saran saya, anda tidak dapat melukiskan keindahan Indonesia jika hanya duduk di dalam ruangan saja selama bersidang, tetapi datanglah mengunjungi lautan, melihat eksotisme alam yang kemudian mendistribusikan harapan yang indah kepada masyarakat kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PGI Pdt Bambang H Widjaja mengatakan, penyelenggaraan sidang tahunan gereja-gereja Indonesia di Pulau Lombok, menegaskan tentang keesaan dalam keragaman dari masyarakat di dalam bangsa Indonesia.

“Melaluinya, kita membuktikan bahwa perbedaan suku, budaya, kepercayaan dan agama tidak boleh menyekat maupun memisahkan sebagai sesama anak bangsa,” ujar Bambang.

Ketua PGI berharap, melalui persidangan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis sebagai uraian terhadap Pokok-pokok Panggilan dan Tugas Bersama Gereja-gereja di Indonesia (PTPB PGI) 2019-2024 untuk satu tahun ke depan.

“Sehingga dengan demikian kita dapat ikut membangun Indonesia sebagai rumah bersama, di mana semua insan Indonesia, apapun latar belakang suku, ras, kepercayaan, agama, maupun jender yang bersangkutan akan memperoleh hak-hak yang sama secara adil dan beradab,” tandasnya. (rivco tololiu)