MANADO- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memfasilitasi pemakaian Stadion Klabat secara gratis di Liga 2 Indonesia Tahun 2019 kepada Manajemen Bogor FC Sulut United.
Namun, manajemen melalui panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan melakukan pungutan biaya masuk (tiket) kepada masyarakat yang ingin menyaksikan atau menonton pertandingan Bogor FC Sulut United di Stadion Klabat Manado di 2019 lalu, diduga bermasalah.
Pasalnyabiaya masuk atau tiket dikelolah langusung panpel manajemen Sulut United. Padahal lapangan Stadion Klabat milik dan aset Pemprov Sulut bukan swasta.
Bahkan belum ada perjanjian sewa antara pihak Pemerintah dan Manajemen Sulut United. Harga tiket juga sempat dikeluhkan masyarakat karena terlalu mahal. Pun, hasil penjualan tiket langsung digunakan untuk oprasional Panpel pertandingan Sulut United.
Saat dikonfirmasi, Asisten Manajer Sulut United Vian Rondonuwu membenarkan terkait adanya tiket masuk ke masyarakat yang ingin menonton pertandingan Bogor FC Sulut United di tahun 2019 lalu.
“Uang hasil penjualan tiket musim lalu untuk membiayai operasional panitia penyelenggara pertandingan, biaya keamanan, medis, damkar, man power, transportasi tim lawan, wasit, pp, kebersihan lapangan, kebersihan tribun dan lainnya,” ujar Rondonuwu, saat dikonfirmasi 4 Februari 2020, lalu, kepada SINDOMANADO.COM.
Menurut dia, itu pun pendapatan tiket tidak menutupi biaya operasional panpel, apalagi operasional tim secara keseluruhan. Untuk tahun lalu, Sulut United membantu proses renovasi Stadion Klabat agar bisa lolos verifikasi, data-data nya semua ada, sudah diperiksa juga tim audit, nanti angka tersebut akan dimasukkan ke dalam point terkait sewa stadion, ketika nilai sewa tersebut sudah ada.
“Yang seharusnya sebagai penyewa masuk ke dalam satu tempat yg disewakan, tempat tersebut seharusnya sudah layak untuk digunakan si penyewa. Beda hal nya Stadion Klabat tahun lalu, saat masuk belum siap sama skali,” terang dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulut Marsel Sendoh menegaskan, pemerintah sangat mendukung sepakbola Sulut. 2019 lalu ada Bogor FC Sulut United yang masuk ke Sulut, kami pemerintah hanya memfasilitasi lapangan Stadion Klabat.
“Jadi tidak ada biaya sewa Stadion Klabat, kami hanya memfasilitasi Lapangan Stadion Klabat untuk digunakan Bogor FC Sulut United melaksanakan pertandingan liga 2 Indonesia tahun 2019 lalu. Terkait pungutan biaya masuk atau tiket kami Dispora tidak tahu menahu karena bukan kami yang kelolah. Yang Kelolah adalah pihak manajemen,” terang dia, saat dihubungi SINDOMANADO.COM, Jumat (7/2/2020)
Lanjut dia, kata mereka hasil penjualan tiket akan digunakan biaya operasional. “Jadi saat itu untuk penjualan tiket memang tidak ada retribusi ke kami, nanti kedepan jika sudah ada harga sewa akan ada retribusi dari harga tiket, untuk harga sewa di tahun 2020 sementara dalam proses pengurusan ,” pungkas dia.
Sebagai referensi, harga tiket pada pertandingan perdana Sulut United dimana untuk harga tiket Royal Box dihargai sebesar Rp500.000, VVIP Rp400.000, VIP Rp200.000, kelas satu Rp100.000, Sementara untuk Regular Tribun Timur Rp50.000 sedangkan Regular Tribun Utara dan Selatan sebesar Rp30.000.
Jumlah penonton sendiri di awal musim pertama di tahun 2019 yakni, saat melawan Mitra Kukar 6.372 penonton, Persiba Balikpapan 4.042 penonton, Martapura FC 2.008 penonton, PSBS Biak 1.024 penonton, Persik Kediri 2.028, Madura FC 1.476 penonton, Persatu Tuban 1.198 penonton, Persis Solo 898 penonton, Persewar Waropen 1.593 penonton. (valentino warouw)


Tinggalkan Balasan