Warga dari Luar Daerah Wajib Masuk Rumah Singgah, Gubernur Tinjau Kondisi Ruangan dan Fasilitas

oleh
Gubernur Olly Dondokambey didampingi Sekdaprov Edwin Silangen dan Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo saat meninjau salah satu rumah singgah di Kantor Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan. (Ist)

MANADO – Masyarakat yang datang dari luar daerah ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) harus mengikuti protokol kesehatan yang salah satunya masuk ke rumah singgah selama 14 hari yang disiapkan oleh pemerintah.

Gubernur Olly Dondokambey ikut memastikan kesiapan dan fasilitas sejumlah tempat yang dijadikan rumah singgah, seperti di Kantor Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan di Jalan Teterusah Mapanget, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin (13/4/2020).

Gubernur mengatakan, tempat ini siap dipakai, tetapi tidak benar-benar “digunakan” sebagai tempat isolasi alternative bagi masyarakat yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP).

Dia optimis dengan dukungan dan doa dari masyarakat Sulut, penyebaran virus korona (Covid-19) dapat dihentikan sehingga semua warga dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

“Kantor Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan yang kita persiapkan sebagai rumah singgah saudara-saudara kita yang datang dari luar daerah, yang setelah kita evaluasi perlu mendapat pemeriksaan awal. Mudah-mudahan kamar yang sudah disiapkan ini tidak sempat digunakan. Karenanya kita doakan supaya virus korona ini tidak menyebar,” ujarnya.

Diketahui, kedatangan orang nomor satu di Sulut ke rumah singgah untuk memastikan kelayakan dan kesiapan rumah singgah sebagai tempat isolasi.

Rumah singgah di kantor penanggulangan krisis kesehatan yang memiliki 30 kamar ini telah memenuhi protokol kesehatan penanganan covid-19, dan telah dilengkapi tempat tidur dan fasilitas lainnya baik halaman, kamar mandi, dapur, hingga gudang.

Selain rumah singgah di Kantor Penanggulangan Krisis Kesehatan, Pemprov Sulut juga menyiapkan rumah singgah lainnya yang siap digunakan, diantaranya Kantor Diklat Maumbi memiliki kapasitas 100 kamar, Kantor Bapelkes (270), Asrama Haji Tuminting (300) dan LPMP Sulut (40).

Elick Mokodampit, salah satu warga pendatang dari luar daerah yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) diwajibkan masuk ke rumah singgah selama 14 hari. Lewat status facebook-nya, Elick berterima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang menyediakan rumah singgah bagi mereka dengan fasilitas serta pelayanan yang sangat layak.

“Pelayanan di sini sangat baik, kami diberi makan tiga kali sehari dan snack/kue dua kali sehari. Ada petugas kesehatan yang rutin mengawasi perkembangan kami,” ujarnya.

Adapun dalam peninjauan rumah singgah oleh Gubernur Sulut turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Danlanudsri Manado Kol Pnb Johnny Sumaryana, Sekdaprov Edwin Silangen, Kepala Dinkesda Debie Kalalo dan para pejabat lainnya. (rivco tololiu)