Ini Tips Agar Lansia Terhindar dari Virus Korona

oleh
Lanjut usia atau lansia (Ilustrasi: Istimewa)

WHO menyebutkan 90% kematian akibat Covid-19 di Eropa didominasi lansia. Lantas apa yang bisa dilakukan agar lanjut usia (Lansia) tidak mudah terkena penyakit serius ini?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, ada dua kelompok yang sangat rentan terhadap serangan virus korona (SARSCoV-2). Yaitu mereka yang memiliki penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, dan paru-paru serta golongan Lansia. Mengapa lansia? Hal ini berkaitan  dengan sistem kekebalan tubuh.

Semakin usia bertambah tua, sistem kekebalan tubuh pun semakin tergerus. “Sistem imun seseorang, bahkan bisa saja menurun lebih cepat dari semestinya. Tentunya hal ini disebabkan oleh berbagai faktor,” beber dr. Adeline Devita selaku praktisi kesehatan dalam KALCare Kulwap: Nutrisi Tepat Tingkatkan Imunitas Tubuh Bagi Lansia Di Tengah Wabah Virus Corona.

Menurutnya, ketika seseorang berada di usia 40 tahun ke atas, sistem kekebalan tubuh yang menua semakin tak mampu untuk menangkal penyakit. Lalu bagaimana untuk meminimalisir risiko tertular virus ini bagi lansia? Asupan nutrisi yang cukup adalah jawabannya. Pemenuhan nutrisi untuk lansia adalah sebuah keharusan.

Perlu diperhatikan, konsistensi dan tekstur makanan mengingat faktor gigi geligi yang mempengaruhi asupan makanan. “Jika ada kendala terhadap konsumsi makanan yang sulit dikunyah, dapat dibantu dengan menggunakan metode presto walaupun umumnya nutrisi pada hidangan presto akan berkurang,” kata dr. Ade. Perhatikan pula kebutuhan akan vitamin dan mineral terutama vitamin D, vitamin B12, FE, dan kalsium.

Diusahakan memilih karbohidrat kompleks rantai panjang (kaya serat). Kebutuhan protein sebesar minimal 1gr/kgBB/hari juga hendaknya terpenuhi. Untuk asupan lemak tidak dibatasi hanya saja pilihlah sumber lemak yang baik, dan tidak lupa memperhatikan asupan cairan. “Asupan protein yang cukup secara kuantitas dan kualitas dapat membangun dan memperbaiki jaringan tubuh sehingga protein merupakan inti dari sistem imun yang sehat,” tutur dr. Ade.

Yang dimaksud sistem imun adalah sekelompok sel, jaringan, protein, dan organ khusus yang saling bekerja untuk melawan segala sesuatu yang berbahaya bagi tubuh. Jika asupan protein kurang, dapat merusak kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi, protein bermanfaat untuk membantu sistem imun dalam respons saat ada invasi virus ke dalam tubuh kita.

Dikatakan Silfanisa Hadhirotul R S.Gz, sistem imun yang menurun, berisiko lebih besar mengalami gangguan autoimun, “proses pemulihan saat sakit akan melambat, dan kemampuan sistem imun untuk mendeteksi sel yang rusak juga makin menurun,” kata ahli gizi dari Kalcare ini. Nah, makanan sehat dengan nutrisi yang berkualitas dapat membantu meningkatkan kerja sistem imun agar tidak mudah terkena penyakit.

Makanan sehat adalah makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang, terdiri dari makronutrien dan mikronutrien. Adapun rekomendasi asupan protein pada lansia di atas 65 tahun, pada lansia sehat asupan protein minimal adalah 1-1,2 g/kg BB/hari. Sedangkan lansia dengan penyakit akut atau kronis yaitu 1,2-1,5 g/kg BB/hari. Lansia dengan penyakit berat, luka, atau malnutrisi bahkan dianjurkan mengonsumsi protein sampai dengan 2 g/kg BB/hari.

Untuk meningkatkan nafsu makan, sebaiknya variasi makanan harian diperbanyak. Juga perlu diselingi dengan snack buah-buahan yang dapat memberikan asupan vitamin diluar tambahan suplementasi vitamin. Dr. Ade menyarankan beberapa hal yang dapat mencharger imunitas tubuh. Antara lain mencukupi konsumsi protein nabati dan hewani, mencukupi asupan vitamin C, mengurangi asupan gula, dan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sebanyak 3-5 kali seminggu.

Jangan lupa mereka juga harus  mendapatkan sinar matahari pagi selama 5-15 menit. Terakhir, usahakan agar selalu berpikir positif dan bahagia. Mengenai olahraga untuk lansia sebaiknya lakukan latihan ringan seperti stretching, jalan sehat atau yoga secara bertahap dan berangsur. Yang paling penting ialah menjaga kualitas otot agar tetap aktif serta meningkatkan mobilitas dan keseimbangan. (Koran Sindo)