Pariwisata Sulut Terpukul, Pemerintah Diharapkan Segera Ambil Langkah

oleh -
Elni Usoh, akademisi Unima. (FOTO: Istimewa)

MANADO— Penyebaran virus korona (Covid-19) membuat aliran atau perputaran uang tersumbat, banyak bisnis berjatuhan. Dengan pelarangan orang bepergian dan keluar rumah, pariwisata menjadi sektor yang paling terpukul dan terdampak oleh Covid-19.

Perhotelan dan restoran terpaksa melakukan efisiensi, mulai dari mengurangi biaya operasional hingga memangkas jumlah karyawan. Okupansi hotel menurun mencapai 50% dalam tiga bulan pertama 2020. Bahkan ada hotel di Sulawesi Utara (Sulut) yang terpaksa harus ditutup.

Pengamat Pariwisata Elni Usoh menilai, pemerintah daerah di Sulut perlu segera mengambil langkah. Kata dia, harus ada stimulus yang benar-benar bisa menjawab persoalan ini. Apalagi, sebelum virus korona merebak, pariwisata Sulut tengah berkembang cukup pesat dengan kedatangan banyak wisatawan mancanegara (Wisman).

Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima) ini kepada SINDOMANADO.COM Sabtu (18/4/2020) mengatakan, mengatasi krisis pandemi Covid-19, sektor pariwisata bisa diberikan insentif. “Sektor ini paling terpuruk akibat pandemi Covid-19. Pelaku pariwisata  juga tetap mendukung program pemerintah. Misalnya outdoor travel ditunda, pengurangan jam kerja karyawan dan sebagainya. Jadi sekiranya bisa menjadi perhatian pemerintah,” ujar doktor lulusan University of Newcastle, Australia ini.

Lanjut dia, pemerintah juga bisa memberikan stimulus untuk sektor pariwisata. “Pemerintah bisa membantu dengan pengurangan pajak, penundaan pembayaran pajak untuk pariwisata, membantu untuk peningkatan soft skill, semisal incentive untuk online courses, mempromosikan digital job, digital marketing dan sebagainya,” harapnya.

Bukan hanya itu, jelas Elni, pemerintah juga perlu persiapan pascapandemi ini berakhir. “Bisa memfasilitasi pelaku pariwisata pasar baru, pengadaan produk-produk wisata yang baru misalnya menggalakkan sustainable tourism,” ungkapnya.

Selain itu, kata Dosen Program Studi Bahasa Jepang ini, masyarakat juga sebaiknya tetap terus aktif mendukung kampanye World Tourism Organisation (WTO) yakni stay home today #travel tomorrow. (Claudia Rahim)