3 PDP Meninggal di Sulut, Satunya Bayi Berusia 8 Hari

oleh
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sulut saat memberikan laporan perkembangan Covid-19 melalui video konference. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali memperbaharui data penanganan pandemi virus korona (Covid-19). Berdasarkan data, terdapat tiga pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal sejak Minggu (19/4/2020) malam.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut bagian Epidemiologi, dr Steaven Dandel, dua diantara ketiga pasien tersebut sebelumnya dirawat di RSUP Prof Kandou Manado.

“Satu dari manado dan satunya beralamatkan di Sitaro” ujarnya saat video konferensi, Senin (20/4/2020).

Lanjut dia, satu PDP lain yang meninggal sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara dan beralamatkan di Kota Manado, tetapi kemudian dimakamkan di Minahasa.

“Jadi 3 PDP yang meninggal itu, pertama perempuan umur 82 tahun warga Manado yang dikuburkan di Minahasa, yang kedua perempuan umur 63 tahun yang dikuburkan di Manado, kemudian yang satunya bayi berusia 8 hari asal Sangihe,” papar dr Dandel.

Dandel kemudian menjelaskan, terkait bayi berusia 8 hari yang meninggal tersebut sejak lahir mengalami kecacatan secara anatomi tubuh, dimana bayi tersebut tidak memiliki saluran pencernaan dan harus dioperasi.

“Dalam penanganan operasi kemudian yang bersangkutan kemudian mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atau pneumonia sehingga dikategorikan sebagai PDP,” jelasnya.

Adapun hingga saat ini total 65 PDP sementara dirawat diberbagai rumah sakit yang ada di Sulut dengan perincian di RSUP Prof Kandou ada 22 orang, RS Bhayangkara 5 orang, RSUD Anugerah Tomohon 8 orang, RS Wolter Monginsidi 4 orang, RSUD Sam Ratulangi Tondano 1 orang, RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu 12 orang, RSUD Walanda Maramis 2 orang, RSUD Bolmut 3 orang, RS Pancaran Kasih Manado 6 orang, RS Bethesda 1 orang, dan RS Noongan Minahasa terdapat 1 orang.

“Kalau dari sisi penyebaran berdasarkan kabupaten/kota dapat kami sampaikan bahwa di Manado sebanyak 14 orang, Sitaro 1 orang, Tomohon 8 orang, Minahasa 8 orang, Minut 5 orang, Bolsel 1 orang, Bitung 3 orang, Minsel 3 orang, Kotamobagu 10 orang, Bolmut 3 orang, Mitra 1 orang, Bolmon 1 orang, Luar Wilayah 1 orang, dan masih ada 6 dalam verifikasi alamat,” terang Dandel. (Fernando Rumetor/tr-02)