140 Penumpang Kapal dari Zona Merah Covid-19 Berlabuh di Bitung, Surat Pemkot Belum Dibalas Pemprov Sulut

oleh
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Bitung, Franki Ladi. (FOTO: Yappi Letto)

BITUNG – KMP Portlink VIII akan masuk di Pelabuhan ASDP Pateten-Bitung. KAPAL tersebut membawa serta 140 penumpang dari Pelabuhan Penyeberangan Bastiong, Ternate yang merupakan salah satu daerah zona merah Covid-19. Hal tersebut ditanggapi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pemberantasan Covid-19, Franki Ladi.

Menurut dia, 27 April 2020, Wali Kota Bitung Max J Lomban selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bitung mengirimkan surat Nomor 008/163/WK menyampaikan pemberitahuna ke Gubernur Sulut sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, terkait Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportası Selama Masa Mudik Idul Fitry Tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan Covid-19.

Dimana pemerintah menetapkan larangan sementara penggunaan sarana transportası darat, perkeretaapian, laut dan udara mulai 24 April 2020 s/d 31 Mei 2020, sekaligus memberitahukan rencana kedatangan kurang lebih 80 orang warga Sulawesi Utara dari Kota Ternate menggunakan kapal penyeberangan ASDP ke Pelabuhan Bitung.

“Dalam surat dengan tembusan Kapolda Sulut, Kapolres Bitung, Dandim 1310 Bitung dan KSOP Bitung ini, Pak Wali meminta petunjuk lebih lanjut kepada Bapak Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara, namun surat tersebut belum dibalas sampai hari ini,” ujar Ladi di lobi Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (29/4/2020).

Lanjutnya juga, karena surat tersebut belum dibalas, pihaknya mendapatkan informasi, KMP Portlink VIII dari Pelabuhan Penyeberangan Bastiong – Ternate, sudah diberangkatkan menuju Pelabuhan Penyeberangan ASDP Bitung dan dipastikan sandar malam ini.

“Jadi terkait dengan kedatangan 140 warga Sulut menggunakan KMP Portlink, 10 diantaranya warga Bitung, yang lainnya di Provinsi Sulut, dan karena ini lintas wilayah, perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulut,” ujarnya.

Ladi menambahkan, usai menerima informasi tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat dengan Kapolres Bitung, Dandim 1310 Bitung dan General Manager Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kota Bitung, nantinya untuk penumpang yang turun dilakukan protokol secara ketat.

“Setibanya, para penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan, mengisi buku notifikasi perjalanan, dan untuk warga Bitung, akan langsung masuk Krantina di rumah singgah eks kantor Kesehatan Pelabuhan,”ungkapnya.

Asisten 1 Setda ini menambahkan, untuk penumpang yang bukan warga Bitung, akan dijemput Gugus Tugas Provinsi Sulut. “Kami berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 terkait pembatasan transportasi. Karena itu, Bapak Wali Kota tidak mengambil langkah sendiri, dan telah menyurat ke Gubernur terkait hal ini, dan sampai hari ini surat belum dibalas, tapi dalam rangka kemanusiaan, para penumpang akan turun tapi melalui protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya, sambil menambahkan, tetap berkoordinasi dengan gugus tugas Provinsi Sulut karena ini lintas wilayah. (Yappi Letto)