Jhon Umboh: Masa Pandemi Covid-19 Menjadi Pelajaran untuk Melayani dengan Hati

oleh -
Jhon Umboh memakaikan masker kepada penjual meja yang melintas di depan rumahnya. (Istimewa)

MANADO – Masa pandemi virus korona (Covid-19) saat ini menjadi perhatian dunia. Terlebih di Indonesia, dan khususnya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kondisi saat ini menjadi pelajaran bagaimana menumbuhkan semangat menolong dan peduli kepada sesama.

Itulah menjadi dasar dan motivasi bagi Jhon Umboh, pegawai di Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut.

Om Jhon panggilan akrabnya, mungkin tidak banyak dikenal masyarakat. Tetapi figur yang humanis dan rendah hati ini sangat dekat di kalangan wartawan.

Jhon Umboh membagikan masker dan hand sanitizer gratis kepada wartawan. (Istimewa)

Boleh dibilang, Om Jhon juga menjadi salah satu ‘jembatan’ atau fasilitator para awak media untuk mendapatkan informasi berbagai program dan kebijakan di sektor kesehatan dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) lewat Dinkesda Sulut untuk masyarakat.

Menurut ayah dua orang anak ini, masa pandemi Covid-19 tentunya menjadi keharusan untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat.

Diberbagai kesempatan, baik di kantor saat jam kerja, maupun di rumah, Om Jhon selalu rutin membantu warga dalam upaya melawan bersama penyebaran virus korona tersebut.

Seperti membagikan masker dan hans sanitizer, serta ikut memberikan edukasi terkait pentingnya mencuci tangan, pakai masker, hindari kerumunan dan mematahui imbauan pemerintah soal physical distancing dan social distancing.

Meski akan memasuki usian pensiun, Jhon Umboh tetap aktif dalam menjalankan tugas di tengah masa pandemi Covid-19. (Istimewa)

“Itu juga selalu diingatkan Ibu Kadis Kesehatan dr Debie Kalalo, bagaimana kita harus melayani dengan hati membantu masyarakat untuk melawan bersama Covid-19 ini,” ungkapnya, Selasa (5/5/2020).

Bahkan, aktivitas jurnalis dalam melakukan peliputan, turut menjadi perhatiannya. Para wartawan yang biasa meliput di lingkungan Dinkesda Sulut dan Kantor Gubernur Sulut diberikan masker dan hand sanitizer gratis.

“Teman-teman wartawan juga menjadi garda terdepan dalam pemberitaan khususnya perkembangan Covid-19 untuk masyarakat. Makanya, para wartawan mesti juga harus diperlengkapi alat pelindung berupa masker,” ujarnya.

Om Jhon yang akan memasuki usia pensiun, mengaku bangga bisa ikut berperan bersama dalam melayani masyarakat untuk tetap kuat, dan bersama menghadapi pandemi virus korona ini.

“Pak gubernur pak Wagub selalu mencontohkan bagaimana melayani dengan hati. Keduanya memperlihatkan figur yang betul-betul melayani. Ini juga selalu diingatkan Ibu Kadis untuk kami jajarannya,” ungkapnya.

“Hidup itu harus berbagi, masa pandemi ini harus menjadi pelajaran kita semua, bahwa kepedulian kepada sesama itu penting,” sambungnya.

Steven Semen, wartawan Radio Sion menilai, apa yang dilakukan Om Jhon pastinya bisa menjadi contoh positif bagi para ASN lainnya, terlebih di lingkungan Pemprov Sulut untuk ikut berperan dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Kalau wartawan, pastinya so nyanda asing lagi mendengar nama Om Jhon di Dinkesda Sulut. Beliau selalu rutin memfasilitasi wartawan untuk mendapatkan informasi baik lewat jumpa pers terkait program Dinkesda Sulut, dan juga video conference perkembangan Covid-19,” tandasnya.

Sebagai kepala keluarga dan seorang ayah, Om Jhon terbilang berhasil membimbing anak-anaknya hingga berhasil dalam studi.

Terbukti anak laki-laki dari Keluarga Umboh-Assa tersebut, sudah bekerja di BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, anak perempuannya pun sudah meraih gelar Sarjana (S1) FKM di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. (Rivco Tololiu)