BITUNG – Dampak penyebaran Covid-19 Kota Bitung menurunkan pendapatan sektor transportasi, baik darat maupun laut. Seperti yang diungkapkan tokoh masyarakat Pulau Lembeh, Arman Pusung saat diwawancarai SINDOMANADO.COM, Minggu (10/5/2020).
Menurut Arman, pendapatan taksi laut, Ruko-Lembeh sangat terasa. Pasalnya, saat situasi normal, dalam sehari para operator perahu bisa mengoperasikan perahunya sampai tiga kali sehari, namun saat terjangan Covid-19, hanya bisa satu atau sampai dua kali saja. “Penyebabnya karena menurunya jumlah penumpang, kalau biasanya sehari bisa sampai tiga kali jalur atau mendapat 450 ribu, dengan pendapatan sekali jalur 150 ribu, dengan kondisi sekarang ini, hanya bisa maksimal dua jalur, bahkan hanya satu jalur,”ujarnya.
Lanjut dia, penurunan penumpang ini disebabkan, antara lain, sekolah libur, ASN diluar Pulau Lambeh bekerja dari rumah. “Selain pendapatan perahu taksi menurun, berkaitan dengan menurunya pendapatan tukang ojek dan mobil taksi, ini satu mata rantai, kalau penumpang perahu menurun, ojek dan mobil juga terdampak,”tutur Arman.
Terpisah, operator taksi sewa Kota Bitung, Bonito Mangetik, saat diwawancarai mengatakan, dampak dari Covid-19 ini, pemasukan dari sewa kendaraan sangat menurun. “Penyewaan mobil menurun, bahkan dari enam mobil yang saya sewakan, tersisa dua mobil, ini karena tidak adanya penyewaan, Covid-19 ini sangat berdampak, karena itu kami minta Pemerintah terus berikan perhatian bagi kami dengan memberikan bantuan pangan, karena pendapatan kami menurun dan kami harus menghidupi keluarga,”ungkapnya. (Yappi Letto)

