Positif Korona, Petani Asal Minsel Keluhkan Sesak Napas, Batuk dan Demam

oleh -
(Ilustrasi: Istimewa)

AMURANG – Satu pasien asal Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dinyatakan positif korona (Covid 19) melalui hasil pemeriksaan swab.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Minsel melalui Kepala Dinas Kesehatan dr Erwin Schouten menyampaikan bahwa pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, umurnya 46 tahun.

“Bahwa yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Tomohon. Masuk Rumah Sakit pada 6 Mei 2020 dengan riwayat sakit sesak napas, batuk berlendir kurang lebih satu minggu, demam selama tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Kemudian muntah, nafsu makan menurun, badan terasa lemah, sering rasa pusing. berdasarkan keluhan maka yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu foto thorax/paru. Hasil yang didapatkan dari pemeriksaan laboratorium yang bersangkutan didiagnosa Impending ALO, HPT Urgency dan Pneumonia. Berdasarkan diagnosa penderita diberi advice sesuai dengan penyakit dan dirawat di ruangan isolasi,”  beber Schouten.

Lebih jelasnya lagi, Schouten mengatakan bahwa yang bersangkutan sejak masuk rumah sakit pada 6 Mei 2020 telah dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil nonreaktif.

“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab partama hasilnya Nasofaring dan Orofaring pada 8 Mei 2020 dengan hasil negatif. Selanjutnya swab kedua pada 12 Mei 2020 dengan hasil positif. Yang bersangkutan berprofesi sebagai petani di daerah domisili yang bersangkutan. Yang bersangkutan 14 hari sebelumnya tidak melakukan perjalanan keluar daerah, ataupun luar wilayah domisili serta tidak pemah kontak dengan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit,” jelas Schouten.

Maka dengan adanya satu kasus terkonfirmasi positif ini, Dinas Kesehatan akan menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, tracing, tracking dan pemeriksaan swab pada yang kontak erat resiko tinggi.

“Sehubungan dengan kasus ini masyarakat diimbau untuk tetap tenang, sambil melakukan apa yang menjadi himbauan pemerimah yaitu physical distancing atau social distancing, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Juga dimohonkan untuk tetap di rumah tidak keluar jika bukan urusan penting,” pungkas Schouten. Kata dia, pasien saat ini dirawat di ruangan isolasi RSUP Prof Kandou Malalayang. (Jivlater Langi)