Pekerja di Sulut Didominasi Tamatan SMP ke Bawah, Banyak Sarjana Nganggur

oleh -
Kepala BPS Sulut Ateng Hartono. (FOTO: Istimewa)

MANADO – Pekerja di Bumi Nyiur Melambai masih didominasi tamatan SMP ke bawah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Februari 2020, pekerja SMP ke bawah 49,48%, SMA/sederajat 34,80% dan diploma/sarjana 15,72%. Banyak diploma dan sarjana belum terserap lapangan pekerjaan alias menganggur.

Sementara, untuk pekerja dengan pendidikan menengah (SMA sederajat) sepertiga dari total pekerja, dan persentase terkecil adalah mereka yang berpendidikan tinggi (Diploma/Sarjana).

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono mengatakan, BPS telah mencatat beberapa persentase penduduk yang bekerja sesuai pendidikan terakhir.

Dia mengakui bahwa untuk status pekerja di Sulut pada Februari 2020 masih didominasi oleh buruh/karyawan. “Lebih dari sepertiga dari total pekerja. Bila dibandingkan dengan Februari tahun lalu, persentasenya naik 0,10 persen poin. Sementara itu, pekerja rentan (Berusaha sendiri, pekerja bebas, pekerja keluarga/tak dibayar) turun 0,82% poin,” ujarnya.

Ekonom Sulut Magdalena Wullur juga menilai, tahun lalu kualitas kerja di Indonesia masih didominasi tamatan SD dan SMP. “Ada 43% angkatan kerja di Indonesia pada tahun lalu yang didominasi tamatan SMP ke bawah, kalau untuk SMA dan SMK Kejuruan banyak pengangguran,”ucapnya.

Wullur juga menjelaskan, kalau berpendidikan rendah dan turun itu wajar karena mereka bekerja dengan tenaga fisik. Untuk itu, saat tiga bulan terakhir ini pastinya penyerapan tenaga kerjanya. “Kalau kita lihat di Manado untuk tingkat sarjana atau diploma menurun, diakibatkan kebanyakan karena memilih-milih pekerjaan dan tingkat turn over yang tinggi. Di Sulut sendiri wanita atau perempuan lebih berpeluang kerja atau mendapatkan pekerjaan, hanya saja memilih pekerjaan yang dilakukan siang hari,”ujarnya.

Kata dia, kualitas tenaga kerja kita tidak siap pakai dengan kekurangan kompetensi dan karakter sehingga memperlambat penyerapan, jika ada kenaikan kualitas tenaga kerja maka itu ada pencerahan hanya saja datanya perlu dicek kembali jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sulawesi.

Sebagai informasi, untuk jumlah angkatan kerja di Sulut pada Februari 2020 tercatat sebanyak 1,22 juta orang dan yang bekerja ada 1,16 juta orang. Dari 1,16 juta orang yang bekerja, 8,69% termasuk kategori setengah pengangguran dan 17,63% adalah pekerja paruh waktu, dan pekerja penuh 73,68%. Tingkat Pengangguran Terbuka 5,57% naik 0,20 poin bila dibandingkan Februari 2019.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 64,41%, naik 0,89 poin dari Februari 2019. Masih terdapat diskrepansi TPAK laki-laki dan perempuan, meskipun TPAK perempuan tercatat mengalami kenaikan (0,59 poin) dalam setahun terakhir. Persentase penduduk yang bekerja di kegiatan informal ada sebanyak 657,89 ribu orang (56,87%), namun persentasenya menurun sebesar 0,76 poin dibanding Februari 2019. (Clay Lalamentik)