Tanda Awas untuk Masyarakat Sulut! Gugus Tugas Ingatkan Jaga Diri dan Disiplin

oleh
Tenaga kesehatan di Sulut di Sulut. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Jumlah pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga Kamis (21/5/2020l terus bertambah banyak dan meningkat tajam setiap harinya. Hingga kini telah terdapat total 180 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Sulut sejak pasien positif pertama pada 14 Maret 2020 lalu.

Melihat hal tersebut, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan bahwa penambahan kasus yang signifikan merupakan tanda awas bagi seluruh masyarakat Sulut.

“Kita masih berada di tengah-tengah pandemi, belum sama sekali selesai, belum memasuki masa puncak. Setiap hari kita akan berhadapan dengan ketambahan kasus dengan angka yang cukup signifikan,” ujarnya saat konferensi video bersama wartawan.

Karena itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu meminta masyarakat Sulut untuk bersama-sama mengikuti semua imbauan pemerintah.

“Kami dari gugus tugas dan tim surveilans selalu akan memberikan kemampuan terbaik. Tugas kami yang utama adalah mencari sumber penularan, mengidentifikasi siapa saja mereka, melakukan pemeriksaan sesuai SOP, dan kemudian memperluas penjaringan kasus dari yang positif ini,” bebernya.

Dikatakan Dandel, yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat ialah menghentikan penularan dari Covid-19 lewat berdisiplin diri untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

“Tidak berada di tempat-tempat dengam kerumunan, dan tidak berasumsi bahwa kita tidak akan terjangkit, karena dari data yang sudah kami paparkan sepanjang kegiatan penanggulangan Covid-19 ini, dari segala macam usia tetap bisa terpapar, dan kasus yang meninggal juga bisa bervariasi dari anak-anak sampai orang tua,” jelas Dandel.

Siapa saja bisa terpapar dan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini. Lanjut Dandel, apabila imun kita kuat, maka kita juga bisa menjadi carrier atau pembawa dari virus ini.

“Untuk menjangkau keluarga kita, sahabat kita, orang tua kita yang mungkin memiliki penyakit penyerta yang cukup berat, sehingga kemudian mereka yang akan masuk kedalam tingkat fatalitas tinggi untuk kasus covid-19 ini,” tukasnya

Dandel berpesan agar semua bersama-sama berkorban untuk menjaga diri, berdisiplin terhadap kegiatan yang dilakukan agar terhindar dari penyakit ini serta tidak menjadi jembatan bagi penyakit Covid-19 untuk menjangkau orang-orang yang rentan. (Fernando Rumetor)