Pandemi Covid-19 di Sulut Belum Masuk Masa Puncak, Masyarakat Diminta Waspada

oleh -
dr Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Pandemi virus korona (Covid-19) di berbagai negara belum juga usai. Hal yang sama terjadi juga di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini, belum kunjung usai, bahkan belum memasuki masa puncaknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel pada saat konferensi video bersama wartawan belum lama ini.

Dandel menyebut bahwa Sulut masih berada di tengah-tengah pandemi, belum sama sekali selesai maupun memasuki masa puncaknya. “Setiap hari kita akan berhadapan dengan ketambahan kasus dengan angka yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Diketahui, dalam tiga hari terakhir terjadi kenaikan yang cukup signifikan untuk kasus Covid-19 di Sulut, dimana terdapat total 72 pasien yang diumumkan positif tertular sejak Rabu (20/5/2020) lalu.

Karena itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu meminta masyarakat Sulut untuk waspada serta mengikuti semua imbauan pemerintah.

“Pakai masker, cuci tangan sesering mungkin, dan menghindari berada di kerumunan serta melakukan physical distancing. Kita berharap dengan kedisiplinan yang kita lakukan, akan menekan pertambahan dan kenaikan kasus Covid-19 ini,” harapnya.

Dia juga berharap saudara dan semua umat Islam di Sulut, yang sebentar lagi akan merayakan Idul Fitri untuk melakukan kebajikan serta selalu bijak demi keselematan bersama. “Sehingga kemudian ke depannya kita berharap tidak akan ada lagi penambahan kasus,” tukas Dandel. (Fernando Rumetor)