Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Desa Simbel Memilih Tinggal di Kebun

oleh -
Ayam kampung jadi santapan andalan saat tinggal di kebun. (FOTO: Clay Lalamentik)

MANADO – Banyak cara dilakukan warga di Kabupaten Minahasa untuk mencari tempat aman guna menghindarkan diri dan keluarga dari ancaman penularan wabah virus korona (Covid-19).

Salah satunya yakni tinggal di kebun. Seperti dilakukan sejumlah warga di Desa Simbel, Kecamatan Kakas Barat, Minahasa.

Warga di desa ini dominan melakukan aktivitas di kebun yang terbilang efektif menghindarkan segala hal tentang kegaduhan pandemi Covid-19 yang sedang menerpa Bumi Nusantara, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut warga dengan tinggal di kebun, tentunya mereka mengikuti imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Ruddy Senduk, warga Simbel mengatakan, dirinya bersama keluarga memilih tinggal di kebun karena lebih baik dan produktif daripada tinggal di kampung.

“Apalagi kondisi pandemi korona saat ini. Tinggal di kebun lebih bagus, karena di kebun kita bisa menanam jagung, vanili, umbi-umbian bahkan cabai rawit yang nantinya bisa bermanfaat bagi kita sendiri,” ucapnya kepada SINDOMANADO.COM, Sabtu (30/5/2020).

Aktifitas di kebun sudah dilakukan warga di desa ini semenjak diberlakukannya kebijakan social distancing, warga desa menjadi lebih mandiri ketimbang di waktu sebelum adanya pandemi ini.

Dimana banyak warga yang merupakan pekerja swasta, PNS dan profesi lainnya terjun langsung ke kebun untuk melakukan segala aktifitas yang berguna untuk kedepannya.

Ada yang menanam cengkih, vanili, buah-buahan musiman dan banyak lagi, tentunya kelak nanti banyak dari investasi warga di kebun bisa menghasilkan nilai yang berarti ketimbang harus di rumah melihat serta menonton segala kegaduhan tentang Covid-19 yang ditawarkan banyak media yang imbasnya berdampak pada psikologi warga itu sendiri.

Tinggal di kebun tentunya bebas dari dunia luar, komunikasi yang terbatas, tak ada kontak erat dengan orang lain sebatas keluarga saja yang juga memilih tinggal bersama di kebun, bahkan kebiasan waktu tinggal di kebun warga tidur lebih nyenyak karena suara musik lebih natural disediakan alam.

Hal senada juga turut disampaikan Hukum Tua Desa Simbel Alfrits Tangkulung. Dia menghimbau warga agar lebih melakukan kegiatan yang produktif.

“Di situasi saat ini kegiatan yang perlu kita lakukan adalah kegiatan yang bisa memberikan hasil bagi kita, tinggal di kobong kita bisa melakukan berbagai kegiatan untuk menunjang kelangsungan hidup maupun nantinya bisa menjadi nilai jual yang bisa menumbuhkan ekonomi warga desa sendiri,” ujarnya. (Clay Lalamentik)