Jangan Lengah, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan!

oleh -
Kepala Dinkesda Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo. (Istimewa)

MANADO – Kasus positif virus korona (Covid-19) masih terus bertambah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut menjadi tanda awas bagi semua elemen masyarakat untuk tidak mengabaikan imbauan pemerintah dalam mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo mengatakan, pandemi Covid-19 belum berakhir. Salah satu upaya nyata yang mesti dilakukan bersama yaitu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Ini salah satu cara kita memutus mata rantai penyebaran virus korona secara bersama. Mari kita disiplin jaga jarak (physical distancing) dan menghindari keramaian, gunakan masker, rajin cuci tangan, dan menghindari kegiatan yang rawan resiko penularan,” ungkap Kalalo, Minggu (14/6/2020).

Dia menyebut, saat ini sesuai catatan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, total jumlah kasus positif korona per 14 Juni 2020 sebanyak 658 kasus, dengan rincian sembuh sebanyak 110 orang, meninggal 56 orang, dan dalam perawatan sebanyak 492 orang.

“Seperti hari ini ada ketambahan tujuh kasus positif. Itu tandanya masih ada terjadi proses penularan di tengah masyarakat. Nah, ini yang mesti kita antisipasi bersama supaya kasus korona ini bisa dapat ditekan,” tukasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel menjelaskan, dari jumlah total kasus positif korona sebanyak 658 orang, paling banyak tersebar di Kota Manado, Tomohon dan Minahasa. Untuk itu, pihaknya mendorong para gugus tugas di kabupaten/kota dapat mensosialisasikan rutin kepada masyarakat pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Tidak ada jalan lain. Mematauhi protokol kesehatan merupakan salah satu cara menekan kasus korona yang masih terus meningkat di daerah ini,” ucap Dandel.

Selain itu, Dandel mendorong kabupaten/kota untuk menyiapkan rumah singgah untuk membantu dalam penanganan Covid-19. Pasalnya, kata Dandel, banyak pasien positif korona tanpa gejala yang memang tidak dirawat di rumah sakit.

“Seperti di rumah singgah Pemprov Sulut, banyak menangani pasien positif yang tanpa gejala. Rumah singgah pemprov pun sudah hampir penuh. Nah, kiranya kabupaten/kota bisa bekerja sama dengan menyiapkan rumah singgah sesuai ketentuannya,” tandasnya. (rivco tololiu)