Periksa Swab untuk Lakukan Perjalanan tapi Ternyata Positif Covid-19, Ini Rincian 31 Kasus Baru di Sulut

oleh -
dr Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu (24/6/2020), Sulut ketambahan 31 kasus positif korona (Covid-19) seperti yang diumumkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Pusat.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, sebagian besar dari pasien yang diumumkan positif pada hari ini, merupakan hasil screening atas permintaan sendiri (APS) ke laboratorium swasta yang ada di Kota Manado.

“Dan malam hari ini bisa terlaporkan di sistem, padahal sejatinya mereka sudah terdeteksi positif kurang lebih sekira satu minggu lalu. Sebagian dari mereka sudah ada di rumah sakit, sebagian dari mereka meminta diperiksa swab demi kepentingan syarat perjalanan keluar Sulut,” ujarnya saat konferensi video bersama wartawan.

Adapun, dengan ketambahan 31 pasien positif, maka total akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut sebanyak 892 orang, di mana 152 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 70 orang meninggal, serta 670 orang sementara dilakukan pemantauan dan perawatan.

Berikut rincian ke-31 pasien terkonfirmasi positif yang merupakan pasien ke-862 sampai dengan pasien ke-892 di Sulut:

1. Pasien 862: Laki-laki, 46, asal Jakarta, merupakan hasil screening di lab swasta.
2. Pasien 863: Laki-laki, 34, asal Jakarta, merupakan hasil screening di lab swasta.
3. Pasien 864: Laki-laki, 33, asal Bitung, merupakan hasil screening di lab swasta.
4. Pasien 865: Laki-laki, 50, asal Makassar, merupakan hasil screening di lab swasta.
5. Pasien 866: Laki-laki, 51, KTP asal Kalimantan Tengah, merupakan hasil screening di lab swasta.
6. Pasien 867: Laki-laki, 75, asal Sulawesi Selatan, merupakan hasil screening di lab swasta.
7. Pasien 868: Perempuan, 29, asal Manado, merupakan hasil screening di lab swasta.
8. Pasien 869: Laki-laki, 39, asal Jawa Tengah (Jateng), merupakan hasil screening di lab swasta.
9. Pasien 870: Perempuan, 54, asal Manado, merupakan hasil screening di lab swasta.
10. Pasien 871: Laki-laki, 70, asal Bekasi, merupakan hasil screening di lab swasta.
11. Pasien 872: Laki-laki, 32, asal Jateng, merupakan hasil screening di lab swasta.
12. Pasien 873: Laki-laki, 34, asal Manado, merupakan hasil screening di lab swasta.
13. Pasien 874: Laki-laki, 48, asal Tomohon, merupakan hasil screening di lab swasta.
14. Pasien 875: Laki-laki, 57, asal Manado, merupakan hasil screening di lab swasta.
15. Pasien 876: Laki-laki, 41, asal Jateng, merupakan hasil screening di lab swasta.
16. Pasien 877: Perempuan, 51, asal Manado, sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) di salah satu Rumash Sakit (RS) di Manado, telah meninggal pada 20 Juni 2020 lalu.
17. Pasien 878: Laki-laki, 55, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS di Manado.
18. Pasien 879: Perempuan, 33, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS di Manado.
19. Pasien 880: Perempuan, 37, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS di Manado.
20. Pasien 881: Laki-laki, 53, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS di Manado.
21. Pasien 882: Laki-laki, 41, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS di Manado.
22. Pasien 883: Perempuan, 67, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS.
23. Pasien 884: Perempuan, 23, asal Manado, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS.
24. Pasien 885: Perempuan, 60, asal Minahasa, sebelumnya merupakan PDP di salah satu RS.
25. Pasien 886: Laki-laki, 81, merupakan kontak erat resiko tinggi (KERT) dari pasien 86.
26. Pasien 887: Perempuan, 53, asal Minahasa, merupakan KERT dari pasien 86.
27. Pasien 888: Perempuan, 39, asal Minahasa, merupakan KERT dari pasien 134.
28. Pasien 889: Laki-laki, 29, asal Manado, merupakan KERT dari pasien 270.
29. Pasien 890: Laki-laki, 27, asal Manado, hasil screening oleh Dinkes Manado
30. Pasien 891: Laki-laki, 6, asal Tomohon, merupakan KERT dari pasien 257.
31. Pasien 892: Laki-laki, 59, asal Minut, merupakan pelaku perjalanan.

(Fernando Rumetor)