Banyak Kontak Erat Resiko Tinggi Terjangkit Covid-19, Ini Rincian 26 Kasus Positif Baru di Sulut

oleh -
dr Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (29/6/2020), Sulut ketambahan 26 pasien positif korona (Covid-19).

Menurut Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, hari ini banyak pasien positif Covid-19 baru yang didapatkan lewat hasil screening rapid test yang menunjukan hasil reaktif sebelumnya, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan swab, ditemukan bahwa mereka positif Covid-19

“Sebagian dari mereka adalah bagian dari kontak erat resiko tinggi (KERT) dari beberapa kasus yang sudah ada sebelumnya. Oleh karenanya, ke depan kami akan menyampaikan seperti ini,” ujarnya saat konferensi video bersama wartawan

Lanjut Dandel, terkait data-data rincian seperti KERT, akan disampaikan pihaknya kepada Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota yang ada di Sulut, untuk kemudian diumumkann kepada masyarakat.

“Hari ini juga kami bisa mengumumkan bahwa ada satu kasus, yakni kasus 1.034 yang pada hari ini meninggal, dilaporkan pada 29 Juni 2020,” bebernya

Adapun, dengan ketambahan 26 pasien positif dan satu pasien yang meninggal, maka total akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut sebanyak 1.082 orang, dimana 187 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 81 orang meninggal, serta 814 orang sementara dilakukan pemantauan dan perawatan.

Berikut rincian ke-26 pasien terkonfirmasi positif yang merupakan pasien ke-1.057 sampai dengan pasien ke-1.082 di Sulut:

1. Pasien 1.057: Laki-laki, 56, asal Minahasa, merupakan kontak erat resiko tinggi (KERT) dari pasien 634.
2. Pasien 1.058: Laki-laki, 27, asal Minahasa, merupakan KERT dari pasien 634.
3. Pasien 1.059: Perempuan, 25, asal Minahasa, merupakan KERT dari pasien 634.
4. Pasien 1.060: Laki-laki, 27, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif di Dinkes Sulut.
5. Pasien 1.061: Laki-laki, 57, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif di Dinkes Sulut.
6. Pasien 1.062: Laki-laki, 53, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
7. Pasien 1.063: Perempuan, 46, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
8. Pasien 1.064: Perempuan, 34, asal Tomohon, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
9. Pasien 1.065: Laki-laki, 40, asal Minahasa, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
10. Pasien 1.066: Perempuan, 22, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
11. Pasien 1.067: Laki-laki, 21, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
12. Pasien 1.068: Laki-laki, 58, asal Maluku Utara, merupakan pelaku perjalanan yang dideteksi lewat screening rapid test reaktif.
13. Pasien 1.069: Laki-laki, 57, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif di Dinkes Sulut.
14. Pasien 1.070: Perempuan, 21, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif di Dinkes Sulut.
15. Pasien 1.071: Laki-laki, 30, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif di Dinkes Sulut.
16. Pasien 1.072: Laki-laki, 27, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
17. Pasien 1.073: Laki-laki, 3, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
18. Pasien 1.074: Perempuan, 18, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
19. Pasien 1.075: Laki-laki, 32, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
20. Pasien 1.076: Perempuan, 22, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
21. Pasien 1.077: Perempuan, 31, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
22. Pasien 1.078: Laki-laki, 10 bulan, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
23. Pasien 1.079: Perempuan, 34, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
24. Pasien 1.080: Laki-laki, 29, asal Manado, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
25. Pasien 1.081: Perempuan, 19 asal Minahasa, merupakan hasil screening rapid test reaktif.
26. Pasien 1.082: Perempuan, 59, asal Minahasa, merupakan hasil screening rapid test reaktif.

(Fernando Rumetor)