TOMOHON- Pandemi virus korona (Covid-19) ternyata juga berdampak positif di sisi usaha kuliner rumahan di Sulawesi Utara (Sulut). Anjuran pemerintah yang meminta masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di rumah, telah membuat usaha kuliner rumahan tumbuh subur.
Paling santer ditemui, bisnis kuliner rumahan yang bertebaran di dunia maya. Salah satu pelaku usaha di Kota Tomohon, yang awalnya seorang seniman musik yakni Angelo dan Mili mengakui memang sudah sempat coba jualan kue basah sebelum pandemi. “Tetapi semakin fokus berjualan kue, es pisang ijo dan kuliner lainnya saat penerapan work from home (WFH) Memanfaatkan keadaan dimana kebanyakan orang tidak mau lagi keluar rumah untuk mencari jajanan kuliner dengan menjual lewat akun media sosial hingga menerapkan jasa langsung ke pembeli,” jelas Angelo, Rabu (8/7/2020).
Lain halnya dikatakan Indrya, pegawai salah satu instansi yang ada di Kota Tomohon. Indrya mencoba peruntungan dengan berjualan pie buah. “Kebetulan hobi buat kue, memanfaatkan WFH dengan lebih banyak waktu di rumah, coba menyalurkan dengan membuat pie buah. Setelah mulai dipasarkan lewat media sosial tiba-tiba permintaan meningkat, sehingga harus kerja ekstra keras terlebih dalam membagi waktu,” terang wanita berusia 38 tahun ini.
Efektifnya dengan menggeluti usaha mandiri ini, disesuaikan dengan waktu dan meminimalisasi biaya produksi. “Dari segi bisnis lumayan juga, karena kita memproduksinya sendiri hanya sesuai dengan orderan dan dibatasi sesuai kemampuan. Hitung-hitung biaya operasional bisa ditekan karena tidak memerlukan upah karyawan, hanya saja ada kesulitan baik dalam proses pemenuhan bahan baku hingga delivery ke pembeli,” tambah ibu dua anak ini.
Menangkap akan fenomena yang ada, terkait dampak positif dari pandemi ini, Dinas Koperasi dan UMKM Tomohon ketika dikonfirmasi mengakui pihaknya tengah meramu strategi guna merespons tumbuhnya usaha rumahan. “Memang bisa dikatakan ini salah satu efek positif dari pandemi, di saat ekonomi lainnya tengah lesu muncul kreativitas masyarakat itu sendiri. Kami tengah berupaya mencari cara apa yang bisa menyokong usaha seperti itu tentunya bukan sekedar memberikan stimulus bantuan,” jelas Plt Kadiskop UMKM, Octavianus Mandagi.
Dirinya juga menjelaskan baik UMKM dan jenis lainnya untuk dibina. “Kita juga akan melihat program-program yang ada oleh pemerintah terkait hal ini, selain stimulus kita juga akan berkoordinasi dengan SKPD lain semisal Diskominfo untuk bisa membantu akses bagi pelaku usaha ini dalam memasarkan jualan mereka. Peluang ke depan sesuai dengan RKPD terkait pemulihan ekonomi, apalagi potensi usaha ini bisa berkembang baik selama pandemi maupun sesudahnya. Intinya kami berharap untuk pelaku ini juga bisa tetap mematuhi protokol yang ada,” tukas Mandagi. (Wailan Montong)


Tinggalkan Balasan