Tes Swab Massal, Tomohon Terbanyak Kirimkan Sampel di Minggu Pertama Agustus

oleh -
Pengabilan sampel swab. (FOTO: Wailan Montong)

MANADO- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan dan target kegiatan Surveilan Laboratorium (Lab) di Indonesia untuk penanganan Covid-19. Panduan ini dimaksudkan agar kondisi perkembangan epidemiologi Covid-19 di suatu daerah bisa terpantau berdasarkan bukti ilmiah.

Oleh karena itu, ditetapkanlah target Surveilans Lab Swab RT-PCR sebanyak 1 swab per 1.000 populasi per minggu di setiap wilayah. Sehingga, bila suatu daerah melaporkan tidak adanya ketambahan kasus dalam minggu berjalan, itu menjadi fakta epidemiologik sebenarnya dan bukan karena ketiadaan aktivitas deteksi yang dilakukan.

Daerah dengan transmisi lokal ataupun cluster kasus Covid-19, bisa mencapai target ini melalui pemeriksaan swab massal di lokasi-lokasi tempat berkumpulnya banyak orang, sementara daerah yang hanya ada kasus sporadis dan import bisa mencapai target ini lewat peningkatan Surveilans Suspek Covid-19 dan Surveilans Pneumonia di Rumah Sakit maupun peningkatan Surveilans Influenza like Illnesses (penyakit seperti Flu) di Puskesmas ataupun dokter praktek mandiri. Artinya, semua pasien yang datang berobat ke layanan kesehatan dengan gejala menyerupai flu dianjurkan untuk diperiksa swab-nya

Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri, menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, dikarenakan masalah antrean pemeriksaan swab di lab PCR Sulut yang sempat menumpuk beberapa waktu yang lalu, maka pelaksanaan kegiatan Surveilans Laboratorium Swab ini baru bisa dilaksanakan pada minggu pertama Agustus ini.

“Setelah semua antrian swab di seluruh Lab PCR berkurang,” ujar Dandel dalam siaran pers yang diterima oleh wartawan SINDOMANADO.COM pada Jumat (7/8/2020).

Berikut hasil pencapaian Surveilans Laboratory per wilayah di Kabupaten/Kota di Sulut dalam minggu pertama bulan Agustus 2020 ini:

Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa Kota Tomohon menjadi yang paling banyak mengirimkan sampel swab dalam seminggu terakhir, dengan melampaui target sampel swab yang harus dilakukannya setiap minggu. Sementara itu, baik Kabupaten Bolsel, Bolmut, Boltim, dan Sangihe tercatat tidak mengirimkan sampel swab untuk diperiksa dan diuji di lab PCR yang ada.

Adapun, Dandel membeber bahwa dari beberapa daerah yang dipaparkan pada bagian sampel swab terkumpul minggu I Agustus 2020 dan tercantum angka 0, berarti tidak melakukan Surveilans Laboratory berupa pengambilan sampel swab. “Karena surveilansnya tidak dilakukan,” singkat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu. (Fernando Rumetor)