dr Maxi Rondonuwu Pimpin Tim Visitasi Kemkes untuk Penempatan Dokter Spesialis di RSUD Noongan

oleh -
dr Maxi Rondonuwu, DHSM, MARS bersama tim saat bertemu pihak RSUD Noongan dan Dinkesda Sulut. (istimewa)

MINAHASA – Program penempatan dokter spesialis dipaparkan dr Maxi Rondonuwu, DHSM, MARS selaku Kepala Pusat Perencanaan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementrian Kesehatan (Kemkes) RI di RSUD Noongan, Kecamatan Langowan Barat, Minahasa, Sabtu (3/10/2020).

dr Maxi bersama tim diterima pihak RSUD Noongan bersama Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut.

Kesempatan itu, ia memaparkan maksud dan tujuan pelaksanaan visitasi rumah sakit untuk penempatan dokter spesialis.

Mantan Kepala Dinkesda Sulut ini menjelaskan, dalam rangka peningkatan akses dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik, maka perlu dilakukan upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata Maxi, telah ditetapkan Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/174/2020 tentang penambahan jenis spesialisasi radiologi bergabung ke dalam program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS).

Foto bersama Tim Visitasi Kemkes yang dipimpin langsung dr Maxi Rondonuwu, DHSM, MARS di RSUD Noongan. (istimewa)

“Sebelum penempatan dokter spesialis diperlukan visitasi ke rumah sakit yang telah mengusulkan dokter spesialis untuk menilai kesesuaian sarana dan prasarana, sumber daya manusia, ketersediaan rumah dinas, insentif daerah dan faktor-faktor lain, termasuk keamanan,” ungkap Maxi.

Dia menyebut, penempatan dokter spesialis sesuai permintaan rumah sakit ke Kemkes. Seperti di RSUD Noongan yang membutuhkan spesialis radiologi.

“Kedatangan kita juga di sini untuk memastikan sarana dan prasarana di rumah sakit. Contohnya, alat radiologi apakah berfungsi atau tidak, supaya nanti jika dokter spesialis yang datang sudah tahu apa yang dikerjakan,” ucap Mantan Dirut RSUP Prof Kandou Manado tersebut.

dr Maxi menambahkan, program PGDS meliputi banyak jenis spesialis yakni Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Bedah, Spesialis Anak, Spesialis Obgyn, Spesialis Anestesi, Spesialis Patologi Klinik dan Spesialis Radiologi.

“Kita akan tempatkan dokter spesialis sesuai dengan permintaan atau yang menjadi kebutuhan rumah sakit,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo memberi apresiasi atas pelaksanaan program PGDS yang membantu peningkatan SDM khususnya dokter spesialis di rumah sakit daerah ini.

“Kita beri apresiasi tentunya, karena juga dalam memperkuat sektor kesehatan di Sulut memerlukan sinergi dan koordinasi program bersama Kemkes,” tandas Kalalo. (rivco tololiu)