Acara Syukuran Penyebab Kluster Covid-19 dalam Keluarga di Tomohon, Satu Orang Meninggal

oleh -
dr Steaven Dandel. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini tengah memberi perhatian khusus bagi kluster Covid-19 dalam lingkup keluarga. Salah satu bukti nyata yang berakibat fatal terjadi di Kota Tomohon.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan bahwa terdapat satu orang yang meninggal karena terjangkit virus korona dalam sebuah kluster keluarga di Tomohon. Kemudian setelah dilakukan tes swab, ternyata terdapat tambahan kasus lainnya dari yang bersangkutan.

“Dilakukan tracking dan testing terhadap semua Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dari yang bersangkutan. Dari hasil testing ini ditemukan adanya tambahan 14 kasus positif,” bebernya dalam siaran pers yang diterima wartawan SINDOMANADO.COM, Jumat (16/10/2020).

Saat ditanyakan lebih lanjut terkait kluster keluarga ini, Dandel membeber bahwa kluster keluarga di Tomohon itu terjadi karena adanya acara syukuran. “(Karena) Acara syukuran,” tandasnya seraya menambahkan bahwa investigasi lanjutan dari kluster ini akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Tomohon.

Oleh sebab itu, kata Dandel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan warga Sulut dari kluster keluarga. Yang pertama ialah sebagian besar kasus kluster keluarga terjadi karena ketidakdisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, dan selalu berasumsi bahwa anggota keluarga kita sudah aman dan tidak mungkin menjangkiti.

“Kluster keluarga ini juga terjadi karena adanya acara-acara sosial dalam keluarga yang mengundang kerumunan tanpa adanya disiplin (Protokol kesehatan) ketat,” tukas Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut itu.

“Masyarakat harus lebih disiplin lagi dan tidak menganggap remeh keberadaan penjangkitan dalam keluarga. Akibat dari kelalaian kita, bukan tidak mungkin orang yang kita sayangi dalam keluarga akan menjadi korban,” tambah Dandel.

Dirinya pun meminta warga Bumi Nyiur Melambai, utamanya Satgas Covid-19 di Kabupaten dan Kota agar mengawasi secara ketat pelaksanaan acara-acara sosial yang menyebabkan terjadinya kerumunan di Masyarakat. (Fernando Rumetor)