Pers Mahasiswa Acta Diurna Tetapkan Nakhoda Baru Periode 2020-2021

oleh -
Brien Raintung terpilih sebagai Pimpinan Umum (PU) dan Regina Pandeinuwu sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) Persma Acta Diurna Periode 2020-2021. (Foto: Istimewa)

MANADO- Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM) Pers Mahasiswa (Persma) Acta Diurna Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, telah selesai mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) III di Villa Penesen, Desa Munte, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (26/10/2020).

Brien Raintung terpilih sebagai Pimpinan Umum (PU) dan Regina Pandeinuwu sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred). Keduanya akan memimpin organisasi Persma itu di periode kepengurusan 2020-2021.

Selaku ketua terpilih, Brien memastikan untuk membawa perubahan di internal organisasi. Ini akan dicapai melalui program kerja dan visi-misi yang telah dirancangkan. Tujuannya semata-mata demi meningkatkan performa organisasi, supaya menjadi lebih baik.

“Yang ingin saya lakukan adalah mewujudkan Pers Mahasiswa Acta Diurna Fispol Unsrat yang berdaya saing, idealis, dan kritis, berlandaskan gotong royong. Ini akan dicapai melalui berbagai program kerja umum maupun program kerja divisi, di kepengurusan 2020-2021,” ulasnya.

“Program kerja secara umum telah dibahas dan disepakati dalam Mubes. Sementara, program kerja divisi akan dibahas dalam rapat perdana, setelah pembentukan struktur kepengurusan baru. Perubahan kegiatan atau program paling sering ditemukan dalam rapat kerja tiap divisi, karena disitu dituntut inovasi dan kreativitas dari setiap insan pers di Acta Diurna,” sambung mahasiswa semester lima di Jurusan Pemerintahan Fispol Unsrat itu.

Era new normal pandemi Covid-19 tentu menimbulkan kendala bagi pengurus baru. Namun, Brien berupaya mengakalinya dengan menerapkan pola koordinasi yang intens antar kader. Ini sebagai langkah awal mengatasi hambatan tersebut.

“Untuk menjaga keaktifan pengurus, esensinya adalah komunikasi. Jadi, komunikasi yang intens akan dilakukan dengan pengurus maupun anggota, untuk membahas dan melaksanakan program kerja. Serta, untuk memberikan mereka tanggung jawab dalam mengeksekusi suatu program yang telah disepakati secara kolektif,” tuturnya.

“Komunikasi yang intens juga bisa dalam bentuk memberikan dukungan kepada setiap anggota, menggali kemampuan, dan menempatkan mereka dalam divisi yang tepat. Serta membuka ruang diskusi untuk membahas suatu problem tertentu, dengan meminta saran atau masukan dari anggota-anggota yang ada. Yang terpenting, harus ada komitmen untuk benar-benar ingin berproses,” tandasnya.

Sebelum resmi dilantik, Brien dan Regina perlu melengkapi struktur kepengurusan (koordinator divisi dan anggota). Visi misi dan program kerja selama satu tahun penuh, juga harus dikonkritkan seiring itu. Ini melalui proses konsolidasi dan rapat internal seluruh kader.

Diketahui, Mubes berlangsung selama tiga hari, sejak dimulai Jumat (23/10/2020). Sebelum memilih pengurus baru, kegiatan diawali dengan pelatihan dan pembekalan.

Para pemateri terdiri dari akademisi, aktivis senior, dan praktisi jurnalistik. Di antaranya adalah Melky Kumaat; Boy Paparang; Sinyo Bawintil; Rezky Kumaat; Dedy Manlesu; Rio Luntungan.

Kegiatan ini menandai berakhirnya masa kepengurusan Tiara Anton Piri dan Mufthy Dudokia, selaku PU dan Pimred periode 2019-2020. (Fernando Rumetor)