Sampai Bertemu Tahun Depan di Karnaval Sepeda!

oleh -
Komandan Resor Militer (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Prince Meyer Putong foto bersama dengan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sulut. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO— Karnaval sepeda “Wheels For Hero” sukses digelar PT PT Informasi Berkat Mandiri (IBM) bersama Korem 131/Santiago, Tuna House, BPC Perhumas Kota Manado serta Germas Bersepeda pada Sabtu (14/11/2020) lalu. Karnaval ini pun mendapat antusias dari banyak klub sepeda, baik dari dalam maupun luar Manado dengan menggandeng KORAN SINDO MANADO dan SINDOMANADO.COM sebagai media partner. Sampai bertemu lagi di event Karnaval Sepeda pada tahun depan.

Adapun, dalam sambutannya ketika membuka karnaval, Komandan Resor Militer (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Prince Meyer Putong mengatakan bahwa di tengah masa pandemi Covid-19 ini, kita harus menjaga kesehatan, utamanya imun tubuh dengan cara berolahraga disamping mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat dan bergizi.

“Sehingga tubuh kita menjadi kuat dari paparan, tidak hanya Covid-19, tapi juga penyakit-penyakit lain. Dalam pelaksanaan kegiatan, kita tetap menggunakan protokol Covid-19 dan karena kita menggunakan jalan umum, kita harus menjaga agar saudara-saudara kita yang menggunakan jalan ini agar tidak terganggu,” pesan perwira tinggi TNI-AD itu.

Pimpinan Korem 131/Santiago itu pun berharap agar karnaval sepeda yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2020 dan Hari Kesehatan Nasional 2020 ini berjalan dengan gembira, dan sehat. “Terima kasih kepada Tuna House, SINDO dan Germas Bersepeda, mari kita laksanakan kegiatan ini dengan sehat dan gembira,” tandas Danrem.

Peserta mengelilingi rute yang sudah diatur panitia. (FOTO: Istimewa)

Sementara itu, Founder Germas Bersepada, dr Enrico Rawung menyampaikan bahwa karnaval sepeda yang didukung penuh pihaknya ini, diadakan untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan, terlebih khusus para pahlawan dibidang kesehatan, yakni para dokter dan perawat yang telah gugur dalam perjuangan menghadapai Covid-19.

“Karnaval ini juga diharapkan bisa memberi semangat kepada semua orang yang sementara berjuang, bukan hanya para tenaga kesehatan, tetapi seluruh masyarakat yang saat ini sementara berjuang menghadapi pandemi Covid-19 ini,” tukasnya saat diwawancarai usai kegiatan karnaval.

Lanjut diungkapkan dr Enrico, karnaval ini digelar dengan menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini dimaksudkan juga agar masyarakat bisa mengetahui bahwa sebenarnya kita bisa terus beraktivitas kembali, namun harus memperhatikan betul protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Semua kegiatan kita di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain itu kan beresiko terjadi penularan Covid-19. Untuk menghindari itu, contohnya saat bersepeda, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker. Masker ini menjadi andalan kita, jadi pelindung kita, sehingga kita masih bisa berolahraga dan aktivitas lainnya,” jelas dr Enrico.

Direktur Operasional Gladys Runtukahu menambahkan, meski dalam situasi pandemi, ia bersyukur bisa melaksanakan karnaval sepeda. “Dalam kondisi normal seperti tahun lalu, tentu kita tidak membatasi jumlah peserta. Namun karena bangsa kita masih bergumul dengan Covid-19, kita hanya membatasi jumlah peserta karnaval di tahun ini. Yang penting pesan kita sampai. Hari Pahlawan menjadi momen untuk membangkitkan lagi semangat kita ‘mengayuh sepada’ untuk mencapai garis finish yaitu cita-cita kita memajukan daerah melalui profesi dan bidang masing-masing,” ujar Runtukahu.

Kata Gladys, pihaknya berupaya menggelar event ini secara konsisten. “Semoga tahun depan event karnaval lebih meriah. Kita berdoa pandemi Covid-19 segera berlalu,” ujarnya.  Manager Rahang Tuna House Tikala, Glend Tan sendiri menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh karnaval sepeda ini karena diadakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan, serta memiliki tujuan yang mulia. Sebab selain untuk mengenang jasa para pahlawan di masa lalu, dan pahlawan kesehatan yang gugur, dilakukan juga pembagian masker dan hand sanitizer.

“Saya berharap agar kedepannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang. Tak hanya para peserta, namun masyarakat pada umumnya yang sekarang ini terdampak pandemi Covid-19,” pungkas Glend.

Direktur Operasional KORAN SINDO MANADO Gladys Runtukahu saat diwawancarai salah satu stasiun televisi. (FOTO: Claudia Rahim)

Seperti dikatakan Glend, di sela-sela karnaval ini, KORAN SINDO MANADO, Tuna House, Korem 131/Santiago, BPC Perhumas Manado, dan Germas Bersepeda turut membagi-bagikan masker kepada para petugas kebersihan, serta masyarakat yang beraktivitas disekitaran Taman Kesatuan Bangsa (TKB). Masker yang dibagikan berasal dari sumbangan penyelenggara maupun para peserta yang berpartisipasi. Karnaval pun mendapat pengawalan ambulance dan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Rute karnaval sendiri dimulai dari Rahang Tuna House Tikala. Start sekira jam 6.30 pagi, para peserta melewati Jalan Balai Kota, kemudian menuju Jalan Sudirman dan melewati Zero Point. Dari situ, mereka menyusuri Jalan Sam Ratulangi lalu melewati lapangan KONI. Setelahnya, peserta ke arah Boulevard, pasar 45, dan finish kembali di Rahang Tuna House Tikala.

Adapun, para peserta karnaval datang dari berbagai klub sepeda dan instansi, diantaranya dari BNI Wilayah Manado, Personel Korem 131/Santiago, Manado Cycling Club (MCC), Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Manado, Sepeda Tua Manado (Setuamo), Washington Cycling Club (WCC), Cycling Minut, Mitra Hebat Gowes, TROKEM Gowes Team, PCC, Fun Bike Club, Komunitas Gowes Wonasa, Club’ D Mercy, dan Bumber Bicycle Club (BBC).

Peserta berfoto sebelum start bersepeda. (FOTO: Istimewa)

Ikut juga komunitas Anak Kawanua Ba Speda (AKBP), serta Komunitas Sepeda Tua Manado (Setuamo). Setuamo sendiri diketahui pernah menjadi juara pertama dalam Kontes Parade Kostum Dunia dalam acara International Veteran Cycle Association (IVCA) yang digelar di Bali pada tahun 2018 lalu. Para anggota Setuamo yang ikut dalam karnaval sepeda kali ini, menggunakan kostum bertemakan pahlawan.

Para peserta yang ikut dalam karnaval ini pun mendapatkan Masker KN95 dari penyelenggara serta Lunch Box dari Tuna House. Disebutkan Maria, salah satu peserta karnaval, dirinya antusias mengikuti karnaval ini karena tujuan baik yang melatarbelakanginya. “Disamping itu, saya bisa juga bersepeda bersama teman-teman,” imbuhnya. (Fernando Rumetor)