Arbonas Hutabarat: Pengendalian Covid-19 Jadi Prasyarat Pemulihan Ekonomi Daerah

oleh -
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Arbonas Hutabarat (kanan) saat berbincang dengan salah satu wirausahawan di PPK Unsrat pada 8 Maret 2020 lalu. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO- Di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini, dua permasalahan yang dihadapi pemerintah ialah di bidang kesehatan dan ekonomi. Keduanya tak bisa dipisahkan bak dua sisi mata uang. Pengendalian kesehatan dan ekonomi harus dilakukan berimbang, agar dampak dari pandemi bisa tertangani dengan baik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Arbonas Hutabarat mengatakan bahwa pengendalian pandemi Covid-19 tetap menjadi kondisi prasyarat untuk terus mendorong pemulihan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kurva kasus aktif virus korona di Sulut perlu terus ditekan dan dipertahankan pada level yang terkendali.

“Sehingga aktivitas sosial ekonomi masyarakat tetap berada dalam tren positif. Kedepan, pengendalian inflasi tidak dapat dilepaskan dari pergerakan aktivitas ekonomi. Meski berisiko memberikan tekanan inflasi, peningkatan aktivitas tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam rilis yang disampaikan awal pekan ini.

Oleh karena itu, kata dia, Bank Indonesia memandang bahwa sinergi seluruh Dinas dan Kementerian/Lembaga terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis perlu dilakukan untuk mengendalikan inflasi berada pada level yang wajar dalam mendukung pemulihan ekonomi di daerah dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Ketersediaan pasokan dan manajemen stok pangan akan lebih efektif dan efisien bila dilakukan antar daerah dengan memanfaatkan sumber daya daerah yang berlebih. Koordinasi lintas TPID Kabupaten/Kota terutama dengan TPID di wilayah produsen pangan penting diperkuat untuk mengantisipasi potensi permasalahan pasokan, distribusi maupun keterjangkauan harga secara dini.

“Dalam konteks ini, implementasi kesepakatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam pengendalian inflasi perlu dipercepat untuk mendukung terciptanya mekanisme perdagangan komoditas strategis yang lebih efisien di Manado dan Kotamobagu,” tukas mantan Kepala Perwakilan BI Singapura itu.

Sebelumnya, aktivitas sosial ekonomi kembali menunjukan tren positif pada Desember 2020. Rata-rata Google Mobility Index untuk Sulawesi Utara terutama untuk kategori grosir dan farmasi telah mencapai angka positif sejak Oktober 2020 dan menunjukan tren meningkat terutama pada tiga minggu pertama bulan Desember.

“Kenaikan aktivitas kategori grosir dan farmasi pada tiga minggu pertama menunjukan tendensi masyarakat untuk merealisasikan konsumsi termasuk dalam persiapan menyambut perayaan Natal dan tahun baru. Tren kenaikan mobilitas juga terjadi pada kategori retail dan rekreasi, taman wisata dan transit yang menunjukan bahwa mobilitas masyarakat mengalami peningkatan hampir di semua aspek,” beber Arbonas.

Kenaikan mobilitas masyarakat tersebut ditransmisikan pada peningkatan permintaan maupun realisasi konsumsi, sebagaimana tercermin dari meningkatnya tekanan inflasi pada Desember 2020. Meski demikian, tekanan inflasi di Kota Manado dan Kotamobagu masih terkendali bahkan di kota Manado tercatat masih dibawah rentang target inflasi tahunan. “Imbas dari relatif lemahnya permintaan sejak awal pandemi,” kuncinya. (Fernando Rumetor)