Curah Hujan Tinggi dan Angin Kencang, Ini Imbauan PLN untuk Masyarakat Demi Keselamatan

oleh -
(INFO GRAFIS: Istimewa)

MANADO- Hujan lebat kembali mengguyur Wilayah Sulawesi Utara Jumat (22/1/2021) sehingga menyebabkan gangguan Saluran Udara Tegangan Menengah (20 KV). Hal ini akibat dari banyak pohon yang roboh menyentuh aset PLN yang kemudian membuat pasokan listrik di beberapa titik terhenti.

PLN juga bergerak cepat dalam mengamankan lokasi yang terdampak untuk meminimalisasi untuk menghindari bahaya listrik terhadap masyarakat. Petugas PLN yang ada di posko posko tetap siaga menerima pengaduan dan melakukan pengawasan di daerah daerah yang sering terjadi banjir dan longsor. Sampai dengan pukul 22.00 WITA dari 734 Gardu distribusi yang terdampak, 160 sudah menyala, dan dari 81.474 pelanggan sudah berhasil dinyalakan 17.760, dengan total personel yang diperbantukan saat ini 50 petugas, daerah yang masih dalam recovery meliputi:
1. Jambore
2. Kampus Kleak
3. Ringroad
4. Jalan Bethesda
5. Malalayang
6. Sario
7. Jalan Sam Ratulangi
8. Bahu
9. Batukota
10. Teling
11. Pumorow
12. RSUP Prof Kandou
13. Buha
14. Wori
15. Singkil
16. Malendeng
17. Perkamil
18. Banjer
19. Paal 4
20. Tuminting
21. Batusaiki

Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini cuaca 22-23 Januari 2020 yakni:

– Sulawesi Utara : Waspada potensi hujan lebat disertai kilat/petir yang dapat terjadu di Wilayah Sangihe, Sitaro, Kotamobagu, Bolmong, Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Bolmong Utara, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bitung, Talaud Dan Manado

– Sulawesi Tengah : Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah kabupaten/kota: Palu, Tolitoli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Sigi, Poso, Parigi Moutong.

-Gorontalo: Waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang/sore hari di Wilayah Pinogu, Boliyohuto, Asparaga, Taluditi dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada.

General Manager PLN Suluttenggo, Leo Basuki mengungkapkan bahwa situasi di lapangan secara keseluruhan dapat dikendalikan dan ditangani. “Kami siagakan seluruh petugas PLN untuk melakukan pemulihan secepatnya, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” ujarnya.

Saat banjir sudah surut, personel PLN akan melakukan pemeriksaan gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir. Aliran listrik akan dinyalakan kembali setelah persetujuan dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.

Berikut PLN menyampaikan imbauan kepada masyarakat:
1. Masyarakat mau merelakan pohon dirabas yang mendekati jaringan PLN yang berpotensi gangguan listrik saat hujan
2. Matikan listrik dari Miniature Circuit Breaker (MCB) (apabila ada genangan air)
3. Cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak
4. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman
5. Masyarakat diminta segera melaporkan ke PLN untuk pengentian Pasokan Tenaga Listrik apabila sudah terdapat Potensi Terkait Banjir yang datang untuk keselamatan masyarakat.

Pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center PLN 123 dalam keadaan darurat. Contact Center PLN 123 dapat diakses melalui telepon di (0431) 123, melalui Facebook di PLN 123, melalui Twitter di @pln_123, melalui email di pln123@pln.co.id, atau melalui aplikasi one-stop service, New PLN Mobile, yang dapat diunduh di Google Playstore untuk Android atau App Store untuk iOS demi kemudahan layanan kapan saja dan dimana saja. (Fernando Rumetor/*)