Garuda Indonesia Harap Produk Unggulan Pertanian dan Perkebunan Sulut Bisa Ramaikan Direct Call ke Jepang

oleh -
General Manager Garuda Indonesia Cabang Manado, Vonny Franciska Pinontoan. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Sejak dibukanya penerbangan langsung atau _direct call_dari Manado menuju Narita, Jepang pada 23 September 2020 lalu, produk unggulan Sulawesi Utara (Sulut) seperti Perikanan dan Pertanian telah banyak diekspor ke negeri sakura itu.

Direct call ke Narita itu menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang terbang langsung setiap hari Rabu malam dari Bandara Sam Ratulangi Manado. Diketahui, produk yang paling banyak diekspor adalah ikan Tuna.

Kendati demikian, jumlah ekspor ikan Tuna yang berasal dari Sulut serta beberapa daerah sekitar seperti Ambon masih terbilang belum stabil setiap minggunya. Hal itu disampaikan General Manager Garuda Indonesia Branch Office Manado, Vonny Pinontoan.

“Total kita sudah melakukan penerbangan langsung sebanyak 23 kali dengan total 356 ton. Memang yang mendominasi itu pengiriman ikan tuna, tetapi masih berfluktuatif. Terbanyak kita kirimkan 27 ton,” ujarnya kepada SINDOMANADO.COM, Kamis (4/3/2021).

Dikatakannya, dari 23 kali pengiriman itu, hanya tiga kali saja yang berhasil mengangkut lebih dari 20 ton produk ekspor ke Jepang. “Penerbangan Rabu (3/3/2021) kemarin hanya delapan ton saja,” bebernya.

Padahal dilihat Vonny, potensi ekspor dari Sulut sendiri, baik itu di bidang perikanan, pertanian bahkan perkebunan masih sangat besar. Bermacam produk-produk dari Bumi Nyiur Melambai seperti bunga Krisan pun sangat menjanjikan untuk diekspor.

“Hanya saja dari Jepang memang maunya yang grade A. Seperti tuna itu kan yang Grade A,” sebutnya. Vonny pun mengharapkan dukungan dari setiap stakeholder hingga pemerintah agar Direct Call ke Jepang ini bisa lebih optimal dan produk-produk Pertanian dan Perkebunan Sulut bisa ikut meramaikan Direct Call ini, tak hanya tuna saja.

Ya, dengan memanfaatkan Direct Call Manado-Narita, produk-produk yang dikirimkan bisa lebih fresh dan lebih cepat sampai ke tujuan. Disamping itu, ‘cost’ yang harus dikeluarkan untuk mengekspor akan lebih kecil, jika dibandingkan pengiriman melalui Jakarta.

Vonny pun optimis bahwa kedepannya Manado bisa menjadi hub utama untuk berbagai pengiriman produk ekspor ke Jepang, bahkan negara-negara lain di Asia. “Kita harus terus mendukung dan memanfaatkan Direct Call ini, karena secara tak langsung bisa menaikkan perekonomian kita,” bebernya. (Fernando Rumetor)