Gairahkan Pariwisata, Gubernur Dorong Sulawesi Utara Masuk Daerah Koridor Bebas Covid-19

oleh -
Gubernur Olly Dondokambey saat meninjau vaksinasi di Universitas Negeri Manado (Unima). (foto: istimewa)

MANADO – Gubernur Olly Dondokambey mendorong Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi daerah koridor bebas Covid-19.

Itu tujuannya untuk kembali menggairahkan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai yang masuk sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia.

“Kalau pariwisata kita kembali bergairah atau berjalan normal, tentu akan berdampak pada perekonomian daerah,” kata Gubernur Olly Dondokambey, Kamis (18/3) lalu.

Ia menyebut, syarat untuk penetapan koridor oleh pemerintah pusat yakni jumlah kasus Covid-19 di daerah ini harus rendah.

“Pastinya ini butuh peran kita bersama. Program vaksinasi harus disukseskan dan penerapan protokol kesehatan wajib dijalankan,” tuturnya.

Gubernur mengatakan, Pemprov Sulut nantinya akan melakukan perincian ke daerah-daerah yang masyarakatnya telah selesai diberikan vaksin.

“Nanti sektor-sektor kita bikin klaster-klaster, supaya kita tahu persis dimana yang sudah bisa kita buka secara total karena masyarakat di daerah itu sudah divaksin,” ujarnya.

Lanjutnya, Sulut merupakan salah satu prioritas pemberian vaksin oleh pemerintah sehingga target pemberian vaksin harus terealisasi optimal.

“Saya kira Provinsi Sulut merupakan salah satu provinsi yang ditargetkan memenuhi kebutuhan vaksin sampai 70% secepatnya,” tandasnya.

Pemerintah pusat memang berencana membuka koridor bebas Covid-19 (Free Covid Corridor) bagi wisatawan asing.

Syaratnya, kawasan ini harus merupakan zona hijau alias memiliki jumlah kasus Covid-19 rendah bahkan tidak ada sama sekali.

Rencananya, ada beberapa negara yang diperbolehkan mengunjungi Indonesia. Itu antara lain China, Singapura, Malaysia, India, dan beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Belanda.

Adapun lokasi yang akan diterapkan antara lain di Bali seperti Nusa Dua dan Ubud. Jika berhasil, baru diperluas ke provinsi lain. (rivco tololiu)