Seluruh Kabupaten dan Kota di Sulut Kini Zona Kuning Penyebaran Covid-19

oleh -
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel. (Foto: Istimewa)

MANADO – Kabar baik datang dari penanganan Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut). Kini, tak ada lagi zona merah penyebaran Covid-19 di Sulut. Seluruh kabupaten/kota sudah berstatus zona kuning.

Ini berarti bahwa penyebaran Covid-19 di 15 kabupaten/kota yang ada di Bumi Nyiur Melambai sudah berstatus zona risiko rendah dari penyebaran Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel menyebut bahwa zonasi ini ditentukan berdasarkan 14 indikator yang telah ditetapkan di oleh Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional.

“Jadi bukan hanya satu indikator saja yang dilihat. Ada 14 indikator yang selalu dihitung, nanti dapat poin (dan diketahui zona penyebaran Covid-19nya apa). Indikator ini sesuai laporan yang dimasukkan kabupaten/kota ke Satgas Covid-19 Nasional,” ujarnya saat dihubungi (24/3/2021).

Lanjut dikatakan Dandel, penghitungan indikator itu dilakukan secara sistematik oleh Satgas Covid-19 Nasional. “Nanti Satgas Covid-19 Nasional yang menerbitkan zona resikonya. Kalau dibilang kuning itu artinya zona resiko rendah, bukan artinya tidak ada (penyebaran Covid-19),” paparnya.

Adapun, ucap Dandel, dari analisis Satgas Covid-19 Sulut, adanya penurunan penambahan kasus Covid-19 setiap harinya selama beberapa minggu terakhir disebabkan oleh menurunnya jumlah swab RT-PCR yang diambil selama bulan Februari dan Maret 2021.

“Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 rupanya mempengaruhi performa testing dan tracing, karena perhatian petugas tersita untuk membangun sistem vaksinasi di seluruh layanan kesehatan,” tulis Dandel dalam siaran pers Satgas Covid-19 Sulut beberapa waktu lalu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu menyampaikan, pihaknya melihat optimis pelandaian kasus Covid-19 ini yang terlihat pada Indikator Epidemiologis, dimana menunjukkan bahwa transmisi virus korona mulai terkendali.

“Indikator yang dimaksud adalah Positivity Rate yang mulai tertekan dibawah 10%, sementara pada kondisi puncak di bulan Januari, Positivity Rate kita berada di kisaran 20%-30%. Angka keterisian Ruang Isolasi juga makin menurun di bawah 20%, padahal di bulan Desember hampir mencapai 65%,” jelasnya.

Kendati sudah terlihat adanya penurunan, Dandel menegaskan bahwa masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M yakni Memakai Masker dengan baik dan benar, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan pakai sabun di air yang mengalir ataupun menggunakan hand sanitizer. (Fernando Rumetor)