Rita Tamuntuan Dorong Dekranasda Kabupaten/Kota Berdayakan Pengrajin Lokal

oleh -
Ketua Dekranasda Sulut, Rita Tamuntuan foto bersama ketua Dekranasda di lima kabupaten/kota usai pelantikan. (istimewa)

MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan daerah prioritas pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata.

Peluang ini disadari betul Rita Tamuntuan, selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulut.

Ia melihat, produk kerajinan daerah dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian lewat pariwisata.

Itu sangat beralasan, karena banyak daerah wisata seperti di Bali memanfaatkan betul produk kerajinan lokalnya untuk menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, istri Gubernur Sulut ini mengharapkan peran serta Dekranasda di kabupaten/kota dalam menciptakan produk kerajinan daerah dengan memberdayakan kelompok pengrajin lokal.

“Saya berharap ketua Dekranasda di kabupaten/kota dapat membina kelompok pengrajin rakyat di daerah masing-masing untuk mengangkat berbagai produk kerajinan khas daerah,” ungkap Rita Tamuntuan saat melantik ketua Dekranasda dari lima kabupaten/kota di Kantor Gubernur Sulut, Jumat (26/3/2021).

Kelima ketua Dekranasda yang dilantik dari Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) dan Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel).

Rita kesempatan tersebut mengajak kepada semua ketua dan jajaran anggota Dekranasda daerah agar bersama-sama mendukung program pemerintah pusat. Salah satunya menjadikan Sulut sebagai tujuan pariwisata unggulan.

“Mari kita sama-sama men-support apa yang sudah diberikan Presiden Jokowi kepada Provinsi Sulut,” tegasnya.

Ketua TP PKK Sulut ini mengharapkan efektivitas pembinaan dan pengembangan industri kerajinan di daerah kepada ketua-ketua Dekranasda yang baru saja dilantik.

“Tujuannya agar semakin mengangkat produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam,” tandasnya. (rivco tololiu)