Meski Ada Larangan Mudik, Bandara Sam Ratulangi Bakal Tetap Beroperasi Secara Normal

oleh -
GM Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai memastikan bahwa bandara tak tutup dan tetap beroperasi secara normal pada saat larangan mudik 6-17 Mei 2021. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Tahun 2021 ini, pemerintah dengan tegas melarang adanya mudik yang dilakukan oleh masyarakat. Larangan mudik itu dimulai sejak 6-17 Mei 2021 untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Lantas pertanyaan yang muncul, apakah Bandara dan Pelabuhan akan ditutup? Bagaimana dengan Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang biasanya digelar setiap tahun menjelang momen besar tersebut?.

Di Bandara Sam Ratulangi Manado sendiri, General Manager (GM) Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai menyebut bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan larangan mudik 6-17 Mei 2021 itu, tetapi dirinya memastikan bahwa bandara tidak tutup.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut terkait ini. Tetapi yang perlu ditekankan adalah bandara tidak tutup, hanya dibatasi saja perjalanan mudik itu. Kita tetap beroperasi,” tutur Minggus saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (13/4/2021) kemarin.

Dikatakannya, Bandara Sam Ratulangi Manado tetap akan beroperasi seperti biasanya untuk mengakomodir orang-orang yang menggunakan jasa transportasi karena termasuk dalam pengecualian, atau orang-orang yang masih diijinkan untuk menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara.

“Kan ada juga pengecualian-pengecualiannya. Misalnya ekspatriat, terus perjalanan dinas yang disertai surat perintah dari eselon dua, dan beberapa pengecualian yang lain,” ungkap Minggus. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk membahas mekanisme pelaksanaannya nanti.

“Kalau edaran dan petunjuk lebih lanjut sudah ada, maka kami akan mengadakan rapat bersama Otoritas Bandara serta pihak maskapai untuk membahas berbagai hal, seperti mekanisme pemeriksaan surat izin dari mereka yang masih bisa memakai moda transportasi udara, hingga hal-hal teknis lainnya,” jelas Minggus.

Terkait Posko Terpadu Angkutan Lebaran, Minggus menuturkan bahwa posko tersebut akan tetap didirikan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Untuk mengantisipasi juga kalau ada lonjakan penumpang sebelum dan sesudah 6-17 Mei 2021,” paparnya.

Sebab, dirinya melihat akan sangat memungkinkan bagi masyarakat untuk menghindari larangan mudik dengan melakukan perjalanan pada awal Mei nanti. “Bisa saja mereka bepergian di tanggal 1-5 Mei itu kan, makanya kita tetap akan membuka posko terpadu ini,” tutur Minggus. (Fernando Rumetor)