Aturan Mudik Diperketat, Masa Berlaku Surat Rapid Test Antigen Hanya 1×24 Jam

oleh -
Tampak masyarakat tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, beberapa waktu lalu. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Pemerintah kini semakin memperketat peraturan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan atau merupakan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) jelang lebaran yakni 22 April 2021 sampai 5 Mei 2021 serta pasca lebaran yakni 18 Mei 2021 sampai 24 Mei 2021.

Ketentuan ini tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijirah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Sementara itu, pada 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021 merupakan masa peniadaan mudik, dimana hanya orang-orang dengan izin tertentu yang diperbolehkan melakukan perjalanan. Yakni, berhubungan dengan Bekerja/Dinas, Kunjungan Keluarga Sakit, Kunjungan Duka/Meninggal, Ibu Hamil/Kepentingan Persalinan.

“Berlaku ketentuan khusus pengetatan mobilitas PPDN pada periode menjelang masa peniadaan mudik yang berlaku tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan pasca masa peniadaan mudik yang berlaku tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021,” tulis Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Dalam aturan yang ditandatangani pada 21 April 2021 itu, berlaku beberapa ketentuan seperti berikut:

a. Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;
b. Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;
c. Pelaku perjalanan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;
d. Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan namun akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah;
e. Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Stasiun Kereta Api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;
f. Pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah;
g. Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, dihimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah;
h. Pengisian e-HAC Indonesia dihimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia;
i. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan;
j. Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan; dan
k. Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang menyelenggarakan fungsi terkait perhubungan darat/laut/udara/perkeretaapian menindaklanjuti Addendum Surat Edaran ini dengan melakukan penerbitan instrumen hukum dengan mengacu pada Addendum Surat Edaran ini dan peraturan perundang-undangan.

Secara singkat, bagi kalian yang ingin bepergian diantara tanggal 22 April sampai 5 Mei 2021, tidak ada pelarangan, namun harus menyertakan Hasil Negatif RT-PCR/Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam ataupun Hasil Negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.

Lalu, pada tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, ada pengecualian terhadap PPDN yang berhubungan dengan Bekerja/Dinas, Kunjungan Keluarga Sakit, Kunjungan Duka/Meninggal, Ibu Hamil/Kepentingan Persalinan.

Dimana untuk tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021 itu, kalian cukup menunjukkan Hasil Negatif test RT-PCR/Rapid Test Antigen maksimal 3×24 jam ataupun Hasil Negatif GeNose C19 sebelum berangkat.

Serta, untuk PPDN tanggal 18 Mei sampai 24 Mei 2021, tidak ada pelarangan, namun harus menyertakan Hasil Negatif RT-PCR/Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam ataupun Hasil Negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.
 (Fernando Rumetor)