Polsek Kabaruan Lidik Dugaan Penganiayaan Terhadap Anak Sekolah yang Viral di Medsos

oleh
Kapolsek AKP. Ferry Padama. (FOTO:Istimewa)

TALAUD- Polsek Kabaruan lidik dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anak sekolah yang sedang lagi viral di media sosial (Medsos).

Kapolsek Kabaruan AKP Ferry Padama bersama Personil melaksanakan Penyelidikan kejadian tindak pidana penganiayaan terhadap anak sekolah yang sedang lagi Viral di media sosial yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kabaruan, Sabtu (24/4/2021).

Kronolagi kejadian, pada Rabu 21 April 2021 sekira pukul 11.30 WITA, korban perempuan berinisial FAM, 16, berstatus pelajar warga Desa Taduwale, Kecamatan Damau. Awalnya, sedang beristrahat di dalam kamarnya di asrama biara suster di Desa Kordakel Kecamatan Kabaruan, kemudian datang perempuan RS memberitahukan jika ada beberapa orang perempuan yang datang mencarinya yakni CL ,YG, DL, AS namun korban menjawab jika dia sedang beristirahat.

Selang beberapa menit kemudian perempuan DL lalu langsung masuk kedalam kamar korban untuk membangunkan korban, namun korban tidak mau bangun.

Setelah itu, menyusul Pr. AS,CL, YG langsung masuk kedalam kamar korban dan Pr. AS lalu membangunkan korban dan saat itu korban langsung duduk di tempat tidur dan Pr. AS mengatakan kepada korban “Gara-gara ngana torang pe tamang jadi rusak”, korban pun membalasnya dengan kata-kata,” Kita nda pernah bekeng rusak ngoni pe batamang”.

Setelah itu, pelaku Pr dan AS langsung menganiaya korban dengan cara menampar dan memukul serta menedang korban yang sedang duduk dan menjambak rambut korban. Lalu di ikuti juga oleh Pr. DS ikut serta menganiaya korban dengan cara memukul korban dibagian bahu sedangkan Pr. CL mengambil vidio kejadian tersebut setelah kejadian penganiayaan tersebut terjadi lalu kempat orang tersebut langsung pulang.

“Adapun motif penganiayaan tersebut adalah para terlapor terlebih Pr. AS mendengar cerita dari teman-temannya jika dirinya diisukan sering diajak minum oleh laki-laki. Setelah itu diajak bersetubuh dan cerita itu berkembang dari isu yang di sampaikan oleh korban,” papar Kapolsek Kabaruan, AKP Ferry Padama kepada awak media.

Lanjut dia, pihaknya langsung melakukan tindakan-tindakan Kepolisan berupa mengambil LP, membuat Ver dan melakukan Penyelidikan dengan mengirimkan Surat Undangan Klarifikasi kepada pihak-pihak yang terlibat di dalam laporan polisi tersebut.

Terpisah, Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Alam Kusuma Irawan menyampaikan, kasus ini akan ditangani sesuai prosedur dan hukum yang berlaku para pelaku yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolres juga mengimbau agar tidak ada perbuatan main hakim sendiri.

“Kasus ini akan ditangani sesuai prosedur dan hukum yang berlaku para pelaku yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolres juga menghimbau agar tidak ada perbuatan main hakim sendiri,” pungkas Kapolres Kusuma. (Jasman)