Pemprov Sulut Dorong Pembangunan Industri Pengelolaan Komoditas Unggulan

oleh -43 Dilihat
Kepala Bidang Perekonomian dan Perdagangan Bappeda Sulut, Elvira Katuuk. (istimewa)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyeriusi transformasi ekonomi dalam meningkatkan industri pengelolaan komoditas unggulan di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Pengelolaan komoditas unggulan menjadi produk dinilai akan lebih menguntungkan karena bernilai jual tinggi, serta dapat meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat.

“Apalagi saat ini sudah terbuka ekspor langsung dari Manado ke Jepang dan Singapura. Rencana ini terus kita seriusi,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, Jenny Karouw melalui Kabid Perekonomian dan Perdagangan, Elvira Katuuk, Selasa (27/4/2021).

Ia menjelaskan, pembangunan industri akan mendorong daerah untuk mengelola sejumlah komoditas unggulan tersebut dari hulu sampai hilirnya.

“Seperti komoditas pertanian dan perkebunan. Proses tanam dan produksinya hingga diolah menjadi produk lewat industri di daerah ini sebelum dipasarkan,” jelasnya.

Meski begitu, Elvira mengakui dalam mendorong pembangunan industri pengelolaan komoditas unggulan daerah, mesti ada dukungan dari pemerintah daerah (pemda) di kabupaten/kota.

“Peningkatan produksi komoditas unggulan sangat menentukan, karena menjadi bahan dasar untuk dikelola menjadi produk,” terangnya.

Menurutnya, pemetaan wilayah untuk mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan di sektor pertanian dan perkebunan tengah diseriusi instansi terkait di Pemprov Sulut.

“Seperti komoditas padi, jagung, kelapa, cengkeh dan hortikultura. Pemetaan wilayah untuk meningkatkan produktivitas tentunya menjadi hal penting. Seperti komoditas cengkeh sangat cocok dikembangkan di kabupaten A, atau jagung cocok di kabupaten B. Ini yang tentunya butuh dukungan atau sinergi dari pemda kabupaten/kota,” tukasnya.

Lanjut dia, pembangunan industri untuk mengelola komoditas unggulan daerah pastinya juga butuh dukungam peralatan canggih dan memadai.

“Pemprov Sulut sangat terbuka dengan pihak luar yang ingin berinvestasi seperti membangun perusahaan industri. Potensi masuknya investasi seperti itu di Sulut sangat terbuka, karena mengingat daerah kita punya banyak potensi,” ujarnya.

Elvira mengakui, transformasi ekonomi meningkatkan industri pengelolaan untuk komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan akan berdampak positif untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat.

“Itu sangat sejalan dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang terus digenjot Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw,” tandasnya. (rivco tololiu)