H-1 Larangan Mudik, GM Bandara Samrat Manado: Estimasi Pergerakan Penumpang Capai 5.000

oleh -
Tampak kepadatan oenumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (5/5/2021) siang. (FOTO: Fernando Rumetor)

MANADO – H-1 larangan mudik 6-17 Mei 2021 diprediksi jadi momen puncak naiknya jumlah masyarakat yang bepergian keluar daerah menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut maupun darat.

Di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sendiri, pergerakan penumpang yang berangkat maupun tiba di Bandara pada Rabu (5/5/2021) terlihat mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

General Manager (GM) Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai mengatakan bahwa hari Rabu ini memang menjadi puncak peningkatan jumlah penumpang, sebelum larangan mudik 6-17 Mei 2021.

“Estimasi penumpang datang sebanyak 2.269 dan penumpang berangkat sebanyak 2.850. Puncaknya hari ini memang. Kita lihat ini berdasarkan data dari jumlah tiket yang terjual,” ungkapnya.

Dari data pergerakan penumpang sendiri, pada awal Mei 2021 bervariasi dari 3.000 sampai 4.000-an penumpang. Dimana pergerakan penumpang tertinggi sebelumnya terjadi pada Minggu (2/5/2021) yakni mencapai 4.299 penumpang.

Sementara itu, untuk pergerakan pesawat diprediksi akan mencapai 62 pergerakan pesawat. “Untuk itu kita pun tetap menjalankan pengawasan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker hingga jarak antar penumpang,” papar Minggus.

“Teman-teman dari TNI dan Polri, kemudian dari petugas kami sendiri serta dari Satgas sudah koordinasi untuk mengatur, mulai dari pemeriksaan dokumen kesehatan hingga konter check-in,” tambahnya.

Minggus pun menyebut bahwa kenaikan jumlah penumpang ini memang sudah diprediksi sebelumnya, terlebih ketika Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021 dikeluarkan pada tanggal 7 April 2021 lalu.

“Kami sudah prediksi bahwa H-3 larangan mudik itu akan terjadi lonjakan penumpang. Dan memang betul terjadi. Makanya kami sudah menyiapkan personil untuk mengantisipasi kenaikan ini,” kuncinya. (Fernando Rumetor)